Pengaruh "Force Molting" terhadap "Performance" Aya, Petelur dan Manfaat Ekonomisnya
Date
1977Author
Kartasudjana, Ruhyat
Ch. Lenggu
Sugandi, Dawan
Wahju, Juju
Metadata
Show full item recordAbstract
The experiment was conducted in the Poultry Division the Faculty of Animal Husbandry, Bogor Agricultural University, to study the effect of "Firce Molting" on the Performance of the laying hens and its benefit. The threatment was started on November 22, 1976 and terminated on July 1977 Penelitian ini telah dilakukan di Bagian Unggas Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, untuk mengetahui pengaruh "force molting" terhadap "performance" ayam petelur dan manfaat ekonomisnya. Penelitian ini dimulai dari tanggal 22 Nopember 1976 dan berakhir pada tanggal 8 Juli 1977.
Dalam penelitian ini telah dipergunakan 180 ekor ayam petelur tua "Babcock-300 final stock" yang berumur 18-20 bulan dan 60 ekor ayam petelur muda (pullet) "Babcock-300 final stock" yang berumur 6 bulan. Ayam petelur tua berasal dari Bagian Unggas Fakultas Peternakan dan ayam petelur muda (pullet) berasal dari perusahaan peternakan ung gas "Gunung Lanjung" Cianjur, Jawa Barat. Metoda "force molting" yang dipergunakan yaitu "washington force molting program" dan "conventional force molting program". -
Dari hasil analisa data dan pembahasan ternyata bahwa produksi telur pada ayam petelur yang telah mendapat perlakuan "force molting", lebih tinggi (P<0.01) dibanding -kan dengan ayam petelur yang tidak mendapat perlakuan ini. Konversi ransum pada ayam petelur yang mendapat perlakuan "conventional force molting program" lebih baik (P<0.05) bila dibandingkan dengan ayam petelur yang mendapat perlakuan "washington force molting program". Jumlah angka ke matian pada ayam petelur yang mendapat perlakuan "washing-ton force molting program" lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang lainnya. Bila dilihat dari segi ekonomis (pere majaan), ternyata biaya produksi untuk setiap kilogram telur pada ayam petelur yang mendapat perlakuan "conventional force molting program" lebih rendah (P<0.01) bila dibandingkan dengan telur yang dihasilkan oleh pullet. Begitu pula bila dibandingkan dengan telur yang dihasilkan oleh ayam petelur yang mendapat perlakuan "washington force molting program". Sehubungan dengan hal ini maka keuntungan pada ayam petelur yang mendapat perlakuan tan "conventional force molting program" lebih tinggi (P<0.01) bila diban dingkan dengan pullet.
Collections
- MT - Animal Science [1317]

