| dc.description.abstract | Subsektor agroindustri di Indonesia pada Pelita VI mendapat prioritas untuk dikembangkan. Pemerintah mengarahkan pembangunan agroindustri agar mampu menjamin pemanfaatan hasil pertanian secara optimal dengan mernberikan nilai tambah yang lebih tinggi, melalui pengembangan, penguasaan teknologi pengolahan dan keterkaitan yang saling menguntungkan antara petani produsen dan industri serta konsumen secara umum. Peningkatan produksi hortikultura harus diikuti oleh upaya penanganan hasil usaha yang baik, sehingga apa yang telah dihasilkan dilapangan dapat dijaga mutunya, sehingga kehilangan pasca panen dapat ditekan. Dalam pemasaran produk hortikultura, baik sebagai komoditi segar maupun olahan, faktor mutu memegang peranan yang sangat penting terutama pengolahan yang terdapat di dalam rumah pengemasan ( packing house). Hal ini didasarkan pada sifat hortikultura sebagai produk yang mudah rusak dan tuntutan konsumen akan mutu produk yang meningkat. Untuk membuat packing house yang optimal diperlukan pengendalian mutu hortikultura; tata letak yang berhubungan dengan batasan, prinsip dan tujuan perencanaan tataletak fasilitas,prinsip-prinsip dalam perancangan tataletak fasilitas ; perancangan aliran bahan yang mempertimbangkan faktor-faktor bahan, pergerakan, metode, proses atau pusat-pusat aktifitas,bangunan, site, personal ; teori antrian yang menggunakan sebaran poisson dan eksponensial serta penggunaan distribusi normal dan distribusi empiris. | id |