Analisis kelayakan usaha pembenihan ikan nila gesit (studi: unit pembenihan rakyat citomi desa Tanggulun Barat, Kec. Kalijati, Kab. subang Jawa Barat)
Abstract
Pada tahun 2008 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan penelitian untuk mengembangkan varietas baru ikan nila yaitu ikan nila gesit, varietas baru ini mempunyai pertumbuhan lebih cepat 50 persen dari varietas ikan nila lain. Untuk itu perlu perhitungan dari segi ekonomi untuk mengetahui kelayakan pengusahaan pembenihan ikan varietas baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis aspek pasar, manajemen, hukum dan lingkungan pada usaha pembenihan nila gesit di UPR Citomi (2) Bagaimana tingkat kelayakan investasi atau finansial saat usaha pembenihan ikan nila gesit menggunakan modal sendiri dan pinjaman (NPV, Net B/C, IRR dan PP) pada usaha pembenihan nila gesit di UPR Citomi (3) Menentukan kondisi Cross-Over Discount Rate serta menganalisis tingkat sensitivitas usaha pembenihan ikan nila gesit. Penelitian ini dilakukan di UPR Citomi Desa Tanggulun Barat, Kec. Kalijati, Kab. Subang Jawa Barat. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung (observasi), wawancara sekaligus pengisian kuesioner dengan pimpinan UPR Citomi, para menejer dan supervisi produksi. Sedangkan semua data sekunder diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupeten Subang, website Departemen Kelautan dan Perikanan, Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi serta beberapa literatur yang diperoleh dari jurnal dan penelitian yang telah dilakukan. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah aspek pasar, manajemen, hukum, lingkungan dan kelayakan investasi. Analisis kelayakan investasi dilakukan secara kuantutaif (NPV, Net B/C dan IRR) dan yang lainnya secara kulalitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Industri budidaya ikan nila gesit sangat dipengaruhi musim, dimana saat musim hujan produksi ikan nila di semua sub sistem budidaya ikan nila mengalami penurunan, penurunan terbesar terjadi pada pembesaran ikan nila yang berpusat di waduk Jatiluhur dan Cirata, penurunan produksi ini terjadi akibat up welling. Usaha pembenihan ikan nila gesit yang telah dijalankan oleh UPR Citomi layak untuk dilanjutkan dengan kriteria kelayakan dalam skenario I NPV senilai Rp Rp 221.214.785, Net B/C sebesar 3,20, IRR sebesar 62 persen dan PP 0,24 tahun. Dalam skenario II diperoleh NPV Senilai Rp 216.171.853, Net B/C senilai 3,15, IRR senilai 79 persen dan PP 0,25 tahun. Cross-Over Discount Rate terbentuk pada saat sukubunga sebesar 14 persen. Hasil perhitungan analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha pembenihan ikan nila gesit di UPR Citomi tidak layak dijalankan apabila terjadi penurunan produksi sebesar 37,65 persen dan penurunan harga jual larrva sebesar 37,5 persen atau senilai Rp 6 per ekor larva. Baik dalam skenario I maupun skenario II.
Collections
- UT - Agribusiness [4774]

