Show simple item record

dc.contributor.authorNiman, Dwi Arifianto
dc.date.accessioned2010-05-16T21:35:33Z
dc.date.available2010-05-16T21:35:33Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22078
dc.description.abstractSalah satu penyakit infeksi yang menyerang udang windu adalah penyakit white spot yang sangat berbahaya, dapat menyebabkan mortalitas tinggi (70-100%) dalam waktu 2-7 hari. Oleh karena itu diperlukan informasi mengenai proses penularan, virulensi, ciri khas infeksi dan gejala klinis dari penyakit tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan April 2001-Mei 2001. Percobaan penularan dilakukan di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar) proyek ACIAR. Preparasi histologis dan pemeriksaan infeksi white spot dikerjakan di laboratorium Kesehatan Ikan Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ' IPB. Sedangkan pengukuran kualitas air (suhu, salinitas, NH3, dan DO) dikerjakan di Laboratorium Lingkungan Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Bogor. Benur udang yang dipergunakan berasal dari pembenihan di daerah Tanjung Pasir, Tangerang (Banten), stadia PL-12, status kesehatan udang uji ditentukan melalui skrining formalin 100 ppm. Inokulum diperoleh dari hemolim udang windu terinfeksi white spot asal Balitvet dengan konsentrasi 20 (-ig/ml, 200 |ug/ml, dan 2000 j.Lg/ml . Aklimatisasi dilakukan selama 5 hari sebelum perlakuan dengan pakan yang dipergunakan adalah Artemia dan pellet dalam bentuk remah. Infeksi dilakukan dengan cara perendaman. Jumlah udang yang dipergunakan masing-masing perlakuan 100 ekor dengan kepadatan 50 ekor tiap akuarium. Sampling dilakukan sebanyak 3 ekor dan waktu inokulasi adalah 0 jam (dicelup sesaat), 1 jam, dan 6 jam. Hasil estimasi virus sebesar 20-23 mg/ml menunjukkan tingkat kepekatan virus dalam hemolim cukup tinggi. Gejala klinis yang terlihat adalah letargik, sulit makan, berenang lemah, tubuh menjadi pucat, dan diiringi timbulnya bintik putih {white spot) pada karapas. Pengamatan pasca infeksi terlihat bahwa organ antena, antenula, hepatopankreas dan segmen tubuh pascalarva udang mengalami kelainan. Ujungid
dc.titleUJI PATOGENITAS VIRUS PENYEBAB WHITE SPOT PADA UDANG WINDU Penaeus monodon Fabriciusid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record