| dc.description.abstract | Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung tapioka terhadap kelimpahan bakteri maksimum dan waktu mencapai kelimpahan maksimum dalam media bahan organik berupa media kotoran ayam 30 g/L. Kotoran ayam yang dipergunakan mempunyai komposisi karbon total sebesar 19,88% dan nitrogen total 2,90%, sedangkan tepung tapioka yang dipergunakan mempunyai 38,45% karbon dan 0,38% nitrogen. Wadah percobaan yang digunakan adalah 12 botol air mineral 1 L. Air yang dipergunakan mempunyai kadar alkalinitas 55 mg/l CaCC^. Media kultur diaerasi terus-menerus dan suhu dipertahankan 27-30°C. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu 0,0, 7,5,15,0 dan 22,5 g tapioka dan 3 ulangan. Peubah yang diamati adalah kelimpahan bakteri dan fisika-kimia media kultur meliputi oksigen terlarut dan pH. Waktu (Yi) yang diperlukan untuk mencapai kelimpahan maksimum bakteri meningkat dengan meningkatnya pemberian tepung tapioka (X) dengan persamanan linier yaitu Yi - 0,3067 X H- 7,8. Kelimpahan bakteri (Y2) mula-mula meningkat dengan meningkatnya pemberian tepung tapioka (X) hingga maksimum, kemudian menurun dengan meningkatnya lagi pemberian tepung tapioka dengan persamaan kuadratik Y2 - ~0,014X2 -H 0,3206X + 9,5625. Dari kedua persamaan tersebut diperoleh kelimpahan bakteri teninggi sebanyak 2,51 X 1011 cfu/mL dengan penambahan tepung tapioka 11,45 g/L dalam 30 g /L kotoran ayam. Keasaman (pH) pada awal percobaan dengan pemberian tepung tapioka 15,0 dan 22,5 g/L antara 5,13-5,51 lebih rendah daripada pemberian tapioka 0,0 dan 7,5 g/L (6,9-8,04). Namun mulai hari ke-12 sampai hari ke-28 pH antar perlakuan praktis sama yaitu antara 7,88-8,89. Oksigen terlarut untuk semua pemberian tapioka pada awal percobaan rendah (0,05-0,65 ppm), kemudian mulai hari ke-9 sampai hari ke-28 meningkat agak lamban (3,38-5,73 ppm) kecuali pada pemberian 22,5 g tapioka yang masih rendah (0,09-1,45 ppm). | id |