| dc.description.abstract | Lemak diperlukan ikan sebagai sumber asam lemak esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan (NRC, 1993). Namun kebutuhan ikan akan asam lemak berbeda antara spesies satu dengan spesies ikan lainnya. Ikan membutuhkan asam lemak untuk perkembangan awal dari otaknya. Furuita et ah (1998) mengatakan bahwa volume otak ikan Japanese ffounder {Paralichtys olivaceus) meningkat setelah diberi Artemia yang diperkaya dengan eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Takeuchi et al. (2000) menyatakan bahwa adanya pemberian DHA pada larva ikan yellow tail dapat meningkatkan pertumbuhan, sintasan serta volume otak dari ikan tersebut. Dengan semakin membesarnya volume otak pada ikan yellow tail menyebabkan keadaan ikan lebih baik, yakni respon vitalitasnya tinggi dan lebih tahan terhadap stress. Secara umum ikan air tawar memerlukan asam lemak essensial linoleat (n-6) atau asam lemak linolenat (n-3), atau gabungan dari keduanya (NRC, 1993). Menurut Takeuchi et ah (1983) ikan nila Oreochromis niloticus hanya membutuhkan asam lemak linoleat (n-6) sebanyak 0,5% untuk petumbuhan optimalnya. Sementara seperti dikemukakan di atas asam lemak n-3 HUFA diperlukan untuk perkembangan otak larva ikan (Furuita et ah, 1998). Untuk itu perlu diketahui pengaruh berbagai jenis asam lemak terhadap perkembangan awal otak larva ikan nila Oreochromis niloticus. Mengingat periode larva ikan yang masih membutuhkan pakan alami, maka sebagai pakan diguanakan Artemia untuk kemudian diperkaya dengan berbagai sumber asam lemak. Sumber asam lemak tersebut dapat diperoleh dari minyak ikan sebagai sumber asam lemak n-3, minyak jagung sebagai sumber asam lemak n-6 dan minyak kelapa sebagai sumber asam lemak jenuh. | id |