Show simple item record

dc.contributor.authorSuastuti, Ni Gusti Ayu Made Adhi
dc.date.accessioned2010-05-14T07:51:18Z
dc.date.available2010-05-14T07:51:18Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/21648
dc.description.abstractIndustri pertanian menghasilkan keluaran bempa hasil utama dan hasil samping. Hasil samping ini umumnya masih mengandung bahan organik seperti karbohidrat, lemak dan protein yang dapat digunakan sebagai sumber karbon dan nitrogen untuk pertumbuhan mikroba tertentu dalam menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia Molase dan limbah cair tahu (LCT) merupakan hasil samping industri pertanian yang potensial untuk dimanfaatkan lebih lanjut Menumt data statistik BPS bahwa produksi molase di Indonesia tahun 1994 dan 1995 bertumt-turut 1 195 730 ton dan 1 120 919 ton Berdasarkan konversi produksi tahu dari data statistik BPS tahun 1994 dan 1995, produksi LCT tahun 1994 dan 1995 bertumt-tumt sebesar 245 246 ton dan 1 324 11 9 ton Jumlah limbah yang relatif besar ini jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePemanfaatan Hasil Samping Industri Pertanian (Molase dan Limbah Cair Tahu) Sebagai Sumber Karbon dan Nitogen Untuk Produksi Biosurfaktan Oleh Bacillus sp. Galur Komersial dan Lokalid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record