Karkas Kelinci Persilangan yang Diberi Pakan Substitusi Bungkil Kedelai dengan Ampas Teh dalam Bentuk Pelet.
| dc.contributor.author | Tohir, Fibriyan | |
| dc.date.accessioned | 2010-05-13T07:39:53Z | |
| dc.date.available | 2010-05-13T07:39:53Z | |
| dc.date.issued | 2003 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/21246 | |
| dc.description.abstract | Kelinci tennasuk hewan herbivora non ruminansia yang dapat dikembangkan menjadi ternak untuk pemenuhan protein hewani karena daging kelinci yang mengandung protein cukup tinggi, pemeliharaan cukup mudah. dan cepat berkembang biak. Ampas teh merupakan limbah dari industri pembuatan minutnan teh botol dan teh kotak dapat digunakan sebagai palcan altematifkarena protein yang tinggi (27%) dan mempunyai potensi yang cukup besar. Pemeliharaan dilakukan di Cimande Kabupaten Bogar dan analisis di Laboratorium Nutrisi Ternak Daging dan Kerja, Laboratorium Ruminansia Besar Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, selama bulan April-Juli 2002. Ternak yang digunakan pada penelitian ini adalah kelinci persilangan lepas sapih betina, sebanyak 20 ekor. | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Karkas Kelinci Persilangan yang Diberi Pakan Substitusi Bungkil Kedelai dengan Ampas Teh dalam Bentuk Pelet. | id |



