| dc.description.abstract | Fase lepas sapih merupakan masa adaptasi anak domba terhadap pakan padat. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun pepaya 10% dalam lamb starter terhadap konsumsi dan performa anak domba lepas sapih. Sebanyak 15 anak domba jantan persilangan Dorper × Garut umur 3–5 bulan diamati menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan dan lima ulangan, P0 (tanpa tepung daun pepaya), P1 (tepung daun pepaya 10%), dan P2 (albendazol). Data dianalisis dengan analisis ragam, dilanjutkan uji Tukey bila perlakuan berpengaruh nyata. Konsumsi konsentrat pada P1 (538 g/ekor/hari) lebih tinggi daripada P0 (416 g/ekor/hari) dan P2 (399 g/ekor/hari; p : 0,001). Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi hijauan dan nutrien, pertambahan bobot badan harian, maupun efisiensi pakan (p > 0,05). Tidak terjadi kematian selama penelitian. Penambahan tepung daun pepaya 10% meningkatkan konsumsi konsentrat, tetapi belum meningkatkan pertumbuhan anak domba. | |