| dc.contributor.advisor | Purwandari, Heru | |
| dc.contributor.author | Alfrian, Taura Philipus | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-14T22:41:16Z | |
| dc.date.available | 2026-10-14T22:41:16Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180111 | |
| dc.description.abstract | Usaha batik menjadi salah satu sumber nafkah rumah tangga yang dipengaruhi oleh modal nafkah dan tingkat keterlibatan pembatik. Penelitian ini menganalisis modal nafkah, intensitas keterlibatan, dan hubungannya dengan struktur nafkah rumah tangga pembatik di Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed methods terhadap 30 responden melalui metode sensus dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal manusia dan modal sosial berhubungan positif dan signifikan dengan intensitas keterlibatan dalam usaha batik. Namun, struktur nafkah rumah tangga masih didominasi pendapatan non-batik sehingga keterlibatan dalam usaha batik belum meningkatkan kontribusi pendapatan batik. Penguatan akses permodalan, sarana produksi, dan diversifikasi usaha diperlukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga pembatik. | |
| dc.description.abstract | Batik enterprises are an important source of household livelihood. This study analyzed livelihood assets, intensity of involvement, and their relationship with the livelihood structure of batik artisan households in Kampung Batik Cibuluh, Bogor City. An explanatory sequential mixed-methods approach was applied to 30 respondents using a census and in-depth interviews. Data were analyzed descriptively and using Spearman's rank correlation. Human and social capital were positively and significantly associated with the intensity of involvement in batik enterprises. However, household livelihoods remained dominated by non-batik income, indicating that greater involvement did not necessarily increase batik-related income. Strengthening access to financial capital, production facilities, and livelihood diversification is needed to improve the economic resilience of batik artisan households. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Analisis Struktur Nafkah Kelompok Pembatik Di Kampung Batik Cibuluh Kota Bogor | id |
| dc.title.alternative | Analysis of the Livelihood Structure of Batik Artisan Groups in the Cibuluh Batik Village, Bogor City | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Intensitas Keterlibatan Usaha | id |
| dc.subject.keyword | modal nafkah | id |
| dc.subject.keyword | pembatik | id |
| dc.subject.keyword | struktur nafkah | id |
| dc.subject.keyword | UMKM Batik | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |