Dinamika Harga Urea Non-Subsidi di Indonesia dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
Abstract
Harga urea non-subsidi di Indonesia mengalami dinamika yang cukup besar selama 2011–2025, terutama setelah lonjakan harga pada 2021, sehingga penting dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahannya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan dinamika harga urea non-subsidi di Indonesia selama 2011–2025 dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan harganya dalam jangka pendek. Penelitian menggunakan data sekunder bulanan sebanyak 180 observasi dan dianalisis secara deskriptif serta menggunakan regresi runtut waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga urea non-subsidi berfluktuasi dan mengalami lonjakan tajam pada 2021–2022 sebelum menurun pada 2023–2024 dan kembali meningkat pada 2025. Dalam jangka pendek, perubahan harga DAP internasional dan harga urea internasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga urea non-subsidi. Harga gas alam Amerika Serikat, nilai tukar rupiah, inflasi, BI-Rate, dan PDB sektor pertanian tidak berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5 persen, sedangkan Brent hanya menunjukkan indikasi pengaruh pada taraf 10 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan harga urea non-subsidi domestik lebih erat berkaitan dengan perkembangan pasar pupuk internasional. Non-subsidized urea prices in Indonesia exhibited substantial dynamics during 2011–2025, particularly following the sharp price surge in 2021, making it important to examine the factors associated with short-run price changes. This study aims to describe the dynamics of non-subsidized urea prices in Indonesia during 2011–2025 and analyze the factors affecting their short-run changes. The study uses 180 monthly secondary observations and applies descriptive analysis and time-series regression. The results show that non-subsidized urea prices fluctuated considerably, rising sharply in 2021–2022, declining in 2023–2024, and increasing again in 2025. In the short run, changes in international DAP and urea prices have positive and significant effects on changes in domestic non-subsidized urea prices. United States natural gas prices, the rupiah exchange rate, inflation, the BI-Rate, and agricultural GDP are not significant at the 5 percent level, while Brent crude oil shows only an indication of significance at the 10 percent level. These findings indicate that short-run domestic price changes are more closely associated with developments in international fertilizer markets.
Collections
- UF - Agribusiness [4902]

