Show simple item record

dc.contributor.advisorWiryawan, I Komang Gede
dc.contributor.advisorSumiati
dc.contributor.authorRohman, Afif Miftahur
dc.date.accessioned2026-10-12T06:16:33Z
dc.date.available2026-10-12T06:16:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180096
dc.description.abstractPenggunaan probiotik pada industri perunggasan menjadi semakin penting sebagai alternatif pengganti Antibiotic Growth Promotors (AGP) yang dilarang di Indonesia karena kekhawatiran residu antibiotik pada produk unggas yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi, toksisitas, serta mengganggu keseimbangan mikrobiota usus manusia. Pemberian probiotik pada unggas diketahui mampu meningkatkan kinerja kesehatan dan pertumbuhan melalui modulasi mikrobiota usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian kombinasi probiotik Lactococcus lactis dan Bacillus licheniformis melalui air minum terhadap performa, energi metabolis pakan, morfologi usus, dan populasi mikroflora ileum ayam broiler. Sebanyak 400 ekor ayam broiler strain Cobb dipelihara selama 5 minggu dan dibagi ke dalam empat perlakuan: P1 (Kontrol + 0.005% dextrose placebo), P2 (0,001% EM-4), P3 (0,005% kombinasi probiotik 105 CFU mL?¹), dan P4 (0,005% kombinasi probiotik 106 CFU mL?¹), dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), retensi nitrogen, energi metabolis, histologi usus, dan populasi mikroflora ileum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 dan P3 secara nyata (P<0,05) memperbaiki FCR secara kumulatif, menurunkan konsumsi pakan, serta menghasilkan nilai energi metabolis dan retensi nitrogen yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Peningkatan efisiensi pemanfaatan nutrien ini berkaitan erat dengan mekanisme sinergis antara aktivitas enzimatik dan perbaikan ekologi usus. Bacillus licheniformis diketahui memproduksi enzim ekstraseluler seperti protease dan amilase yang membantu dekomposisi makromolekul dalam pakan. Sementara itu, Lactococcus lactis menghasilkan senyawa peptida antimikroba seperti bakteriocin yang menekan bakteri patogen. Pada parameter morfologi usus, perlakuan dosis P3 secara signifikan meningkatkan tinggi vili jejunum. Selain itu, P2 dan P3 juga secara efektif meningkatkan populasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dan menekan populasi Escherichia coli di ileum. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian kombinasi probiotik Lactococcus lactis dan Bacillus licheniformis melalui air minum secara efektif meningkatkan performa produksi dan kesehatan saluran pencernaan ayam broiler. Dosis suplementasi sebesar 105 CFU mL?¹ (P3) terbukti sebagai dosis yang paling efisien dalam memperbaiki nilai FCR, meningkatkan nilai energi metabolis, retensi nitrogen, tinggi vili usus, serta menjaga keseimbangan mikroflora usus.
dc.description.sponsorshipPT Kyushu Medical
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Pemberian Kombinasi Probiotik dalam Air Minum Terhadap Performa dan Kesehatan Saluran Pencernaan Ayam Broilerid
dc.title.alternativeEvaluation of Combined Probiotic Supplementation in Drinking Water on Growth Performance and Digestive Tract Health of Broiler Chicken
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBacillus licheniformisid
dc.subject.keywordbroilerid
dc.subject.keywordbroiler performanceid
dc.subject.keywordLactococcus lactisid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record