| dc.description.abstract | Penggunaan probiotik pada industri perunggasan menjadi semakin penting
sebagai alternatif pengganti Antibiotic Growth Promotors (AGP) yang dilarang di
Indonesia karena kekhawatiran residu antibiotik pada produk unggas yang
berpotensi menimbulkan reaksi alergi, toksisitas, serta mengganggu keseimbangan
mikrobiota usus manusia. Pemberian probiotik pada unggas diketahui mampu
meningkatkan kinerja kesehatan dan pertumbuhan melalui modulasi mikrobiota
usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian kombinasi
probiotik Lactococcus lactis dan Bacillus licheniformis melalui air minum terhadap
performa, energi metabolis pakan, morfologi usus, dan populasi mikroflora ileum
ayam broiler. Sebanyak 400 ekor ayam broiler strain Cobb dipelihara selama 5
minggu dan dibagi ke dalam empat perlakuan: P1 (Kontrol + 0.005% dextrose
placebo), P2 (0,001% EM-4), P3 (0,005% kombinasi probiotik 105 CFU mL?¹), dan
P4 (0,005% kombinasi probiotik 106 CFU mL?¹), dengan lima ulangan. Data
dianalisis menggunakan uji ANOVA dan perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji
lanjut Duncan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan
bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), retensi nitrogen, energi metabolis,
histologi usus, dan populasi mikroflora ileum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan P2 dan P3 secara nyata (P<0,05) memperbaiki FCR secara kumulatif,
menurunkan konsumsi pakan, serta menghasilkan nilai energi metabolis dan retensi
nitrogen yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Peningkatan efisiensi
pemanfaatan nutrien ini berkaitan erat dengan mekanisme sinergis antara aktivitas
enzimatik dan perbaikan ekologi usus. Bacillus licheniformis diketahui
memproduksi enzim ekstraseluler seperti protease dan amilase yang membantu
dekomposisi makromolekul dalam pakan. Sementara itu, Lactococcus lactis
menghasilkan senyawa peptida antimikroba seperti bakteriocin yang menekan
bakteri patogen. Pada parameter morfologi usus, perlakuan dosis P3 secara
signifikan meningkatkan tinggi vili jejunum. Selain itu, P2 dan P3 juga secara
efektif meningkatkan populasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dan menekan populasi
Escherichia coli di ileum. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan
bahwa pemberian kombinasi probiotik Lactococcus lactis dan Bacillus
licheniformis melalui air minum secara efektif meningkatkan performa produksi
dan kesehatan saluran pencernaan ayam broiler. Dosis suplementasi sebesar 105
CFU mL?¹ (P3) terbukti sebagai dosis yang paling efisien dalam memperbaiki nilai
FCR, meningkatkan nilai energi metabolis, retensi nitrogen, tinggi vili usus, serta
menjaga keseimbangan mikroflora usus. | |