Kelayakan Vanili dengan Pengusahaan Konvensional dan Modern di Kabupaten Temanggung
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Alaudinsyah, Dzaki
Nurmalina, Rita
Metadata
Show full item recordAbstract
Vanili merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi dengan
prospek pasar yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan
nonfinansial dan finansial pengusahaan vanili konvensional dan greenhouse di
Kabupaten Temanggung serta menentukan pengusahaan yang lebih layak.
Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan sampel dua pelaku usaha vanili,
yaitu satu konvensional dan satu greenhouse. Kelayakan nonfinansial dianalisis
berdasarkan aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial, dan lingkungan,
sedangkan kelayakan finansial menggunakan Net Present Value (NPV), Internal
Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), dan
switching value pada tingkat diskonto 8,15 persen. Kedua pengusahaan layak secara
nonfinansial dan finansial. Hasil penelitian menemukan bahwa pengusahaan vanili
greenhouse lebih layak untuk dikembangkan karena memberikan indikator kriteria
kelayakan yang lebih tinggi dari pada pengusahaan konvensional. Pengusahaan
greenhouse juga lebih kuat menghadapi risiko penurunan penerimaan dan biaya
pengeluaran jika terjadi perubahan di masa depan. Vanilla is a high-value plantation commodity with promising market
prospects. This study aims to analyze the non-financial and financial feasibility of
conventional and greenhouse vanilla farming in Temanggung Regency and
determine which production system is more feasible. The study employed a case
study method involving two vanilla farmers, consisting of one conventional farmer
and one greenhouse farmer. Non-financial feasibility was analyzed based on market,
technical, management, legal, social, and environmental aspects, while financial
feasibility was assessed using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
(IRR), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), and switching value
at a discount rate of 8.15 percent. Both farming systems were found to be feasible
in terms of both non-financial and financial aspects. The results indicate that
greenhouse vanilla farming is more feasible for development, as it yields higher
feasibility indicators than conventional farming. Furthermore, greenhouse farming
demonstrates greater resilience to potential decreases in revenue and increases in
operating costs due to future changes.
Collections
- UF - Agribusiness [4902]

