Tingkat Kecacingan, Anemia, dan Ekspresi Gen IL-5 Pada Induk Domba Garut dengan Resistensi Berbeda terhadap Infeksi Cacing
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Rizqa, Hafizha Nabila
Suharti, Sri
Gunawan, Asep
Metadata
Show full item recordAbstract
Produktivitas induk domba dipengaruhi oleh status kesehatan dan kecukupan nutrien. Infeksi nematoda gastrointestinal, terutama Haemonchus contortus, dapat menyebabkan anemia, kehilangan protein, dan penurunan kondisi tubuh. Perbedaan
respons individu terhadap infeksi menunjukkan adanya variasi resistensi. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kecacingan, status anemia, dan
ekspresi gen Interleukin-5 (IL-5) pada induk domba Garut dengan tingkat resistensi
berbeda terhadap infeksi nematoda gastrointestinal.
Penelitian menggunakan 140 ekor induk domba Garut berumur 2,5–3,5 tahun.
Tingkat infeksi cacing ditentukan menggunakan metode McMaster dan dinyatakan
sebagai Eggs Per Gram (EPG), sedangkan status anemia dievaluasi menggunakan
skor FAMACHA©. Berdasarkan kedua parameter tersebut dipilih masing-masing
lima ekor domba dengan tingkat resistensi tinggi (High Resistance/HR) dan lima
ekor dengan tingkat resistensi rendah (Low Resistance/LR) untuk analisis bobot
badan, Body Condition Score (BCS), hematologi, metabolit darah, kadar besi (Fe),
dan tiga ekor dari masing-masing kelompok untuk analisis ekspresi gen IL-5
menggunakan quantitative Real-Time Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR).
Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test dan uji korelasi
Pearson dan Spearman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa induk domba pada kelompok HR
memiliki nilai EPG dan skor FAMACHA© yang lebih rendah serta nilai BCS yang
lebih tinggi pada kelompok HR dibandingkan kelompok LR (P<0,05), sedangkan
bobot badan tidak berbeda nyata (P>0,05). Identifikasi larva menunjukkan bahwa
Haemonchus contortus merupakan spesies dominan dengan proporsi 67%.
Kelompok HR memiliki kadar hemoglobin, PCV, eosinofil, dan albumin yang lebih
tinggi dibandingkan kelompok LR (P<0,05), sedangkan eritrosit, indeks eritrosit,
leukosit, glukosa, total protein, dan kadar Fe tidak berbeda nyata (P>0,05).
Peningkatan ekspresi gen IL-5 pada kelompok LR (P<0,05) menunjukkan adanya
peningkatan respons imun terhadap beban infeksi yang lebih tinggi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa status nutrien yang lebih baik, yang
ditunjukkan oleh BCS dan kadar albumin yang lebih tinggi, berhubungan dengan
tingkat kecacingan yang lebih rendah, status anemia yang lebih baik berdasarkan
skor FAMACHA©, hemoglobin dan PCV yang lebih tinggi, serta ekspresi gen IL-5 yang lebih rendah pada induk domba Garut. Sebaliknya, induk domba dengan
tingkat kecacingan yang lebih tinggi menunjukkan respons imun berupa
peningkatan ekspresi gen IL-5 sebagai mekanisme kompensasi terhadap infeksi
Haemonchus contortus.
Collections
- MF - Animal Science [1374]

