Show simple item record

dc.contributor.advisorMa'mun
dc.contributor.advisorCahyadi, Eko Ruddy
dc.contributor.authorKhoirunnisa
dc.date.accessioned2026-10-01T11:56:23Z
dc.date.available2026-10-01T11:56:23Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180042
dc.description.abstractIndustri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing industri nasional melalui keterlibatannya sebagai bagian dari rantai pasok perusahaan besar. Dalam pola kemitraan Business-to-Business (B2B), keberhasilan hubungan antara perusahaan pembina dan IKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memenuhi permintaan pasar, tetapi juga oleh konsistensi kualitas produk yang dihasilkan. Pada sektor industri dengan standar teknis tinggi, seperti oil and gas services, kualitas produk menjadi prasyarat utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan serta menjamin keberlangsungan hubungan kemitraan. Oleh karena itu, kemampuan IKM dalam mempertahankan standar mutu merupakan faktor yang menentukan keberlanjutan usaha sekaligus ketahanan rantai pasok secara keseluruhan. Fenomena empiris pada IKM binaan PT KAF SM menunjukkan bahwa peningkatan volume pesanan tidak selalu diikuti oleh peningkatan kapasitas operasional. Ketika permintaan mengalami lonjakan, sebagian IKM justru mengalami penurunan kualitas produk akibat keterbatasan sumber daya, sistem manajemen, dan pengendalian mutu. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya produk yang tidak memenuhi spesifikasi (reject), menurunnya tingkat kepercayaan pelanggan, serta terhentinya keberlanjutan pesanan. Dampaknya terlihat dari berkurangnya jumlah IKM binaan yang aktif bermitra dari 30 menjadi hanya 11 IKM. Fakta tersebut mengindikasikan bahwa keberhasilan memperoleh pesanan belum mampu menjamin keberlanjutan usaha apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mempertahankan kualitas produk secara konsisten. Meskipun hubungan antara kualitas produk dan loyalitas pelanggan telah banyak dibahas dalam berbagai penelitian terdahulu, sebagian besar penelitian masih berhenti pada aspek kepuasan atau loyalitas pelanggan sebagai luaran akhir. Di sisi lain, penelitian mengenai resiliensi bisnis umumnya lebih menitikberatkan pada faktor finansial, kapasitas adaptasi, maupun strategi operasional tanpa mengkaji mekanisme perilaku pelanggan sebagai faktor yang menghubungkan kualitas produk dengan ketahanan usaha. Dengan demikian, masih terdapat kesenjangan ilmiah mengenai bagaimana kualitas produk mampu membangun resiliensi bisnis melalui loyalitas pelanggan, khususnya pada ekosistem kemitraan IKM dengan perusahaan pembina dalam hubungan B2B. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini mengembangkan suatu model konseptual yang menempatkan kualitas produk sebagai variabel independen, loyalitas pelanggan sebagai variabel mediasi, dan resiliensi bisnis sebagai variabel dependen. Model ini dibangun atas asumsi bahwa kualitas produk yang konsisten akan meningkatkan kepercayaan serta loyalitas pelanggan melalui keberlanjutan hubungan bisnis, sehingga loyalitas tersebut menjadi mekanisme yang mengubah. keunggulan kualitas menjadi ketahanan usaha dalam jangka panjang. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menguji pengaruh langsung antarvariabel, tetapi juga menjelaskan mekanisme kausal yang mendasari terbentuknya resiliensi bisnis IKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri atas pelaku IKM binaan. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji model pengukuran sekaligus hubungan struktural antarvariabel, termasuk pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung melalui variabel mediasi. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran empiris mengenai kekuatan hubungan antarvariabel secara simultan dalam model penelitian yang kompleks. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model empiris yang mengintegrasikan perspektif manajemen kualitas, pemasaran relasional, dan resiliensi bisnis dalam konteks kemitraan Business-to-Business antara perusahaan pembina dan IKM. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang memandang loyalitas pelanggan sebagai tujuan akhir, penelitian ini menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan merupakan mekanisme strategis yang menghubungkan kualitas produk dengan resiliensi bisnis. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pengembangan teori mengenai pembentukan ketahanan bisnis pada IKM melalui pendekatan yang lebih komprehensif dan dinamis. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan program pembinaan IKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi maupun perluasan akses pasar. Program pembinaan perlu diarahkan pada penguatan sistem manajemen mutu yang mampu menghasilkan kualitas produk secara konsisten sehingga mampu mempertahankan loyalitas pelanggan sebagai fondasi resiliensi bisnis. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi akademik dalam pengembangan teori manajemen operasional dan pemasaran relasional, sekaligus menjadi dasar bagi perusahaan pembina, pelaku IKM, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pengembangan IKM yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Kata kunci: Business-to-Business , Industri Kecil Menengah (IKM), Kualitas Produk, Loyalitas Pelanggan , Resiliensi Bisnis.
dc.description.abstractSmall and Medium Enterprises (SMEs) play a strategic role in strengthening national industrial competitiveness by serving as suppliers within the supply chains of larger companies. In Business-to-Business (B2B) partnerships, the sustainability of collaborative relationships depends not only on production capacity but also on the ability of SMEs to consistently deliver products that comply with predetermined quality standards. In industries requiring stringent technical specifications, such as the oil and gas supply sector, product quality becomes a critical determinant of customer trust, long-term collaboration, and business continuity. Consequently, maintaining consistent product quality is essential for enhancing the competitiveness and resilience of SMEs operating within industrial partnerships. Empirical evidence from SMEs fostered by PT KAF SM indicates that an increase in customer demand does not necessarily correspond with improved operational capability. Instead, rapid growth in production volume has frequently been accompanied by declining product quality due to limitations in production capacity, quality control systems, and managerial capabilities. These conditions have resulted in increased product rejection rates, declining customer confidence, and the discontinuation of business contracts. As a consequence, the number of active partner SMEs decreased substantially from 30 to only 11 enterprises. This phenomenon suggests that market opportunities alone are insufficient to ensure business sustainability unless they are supported by the consistent delivery of high- quality products. Although previous studies have extensively examined the relationship between product quality and customer loyalty, most have focused primarily on customer satisfaction or loyalty as the final outcome. Likewise, research on business resilience has generally emphasized organizational adaptability, financial capability, operational flexibility, and risk management while giving limited attention to customer-related mechanisms that strengthen business resilience. Consequently, limited empirical evidence explains how product quality contributes to business resilience through customer loyalty, particularly within B2B partnerships involving SMEs and their fostering companies. This gap provides the theoretical foundation for the present study. This research develops a conceptual model integrating product quality as the independent variable, customer loyalty as the mediating variable, and business resilience as the dependent variable. The proposed model assumes that consistently high product quality enhances customer trust and loyalty, which subsequently strengthens SMEs' capability to withstand market uncertainty and operational disruptions. Accordingly, customer loyalty is conceptualized not merely as a marketing outcome but as a strategic mechanism that transforms superior product quality into long-term business resilience. This study employed a quantitative approach using an associative causal research design. Primary data were collected through structured questionnaires administered to management representatives of PT KAF SM and partner SMEs. The proposed research model was analyzed using Structural Equation Modeling– Partial Least Squares (SEM-PLS), enabling simultaneous evaluation of the measurement model and the structural relationships among variables, including both direct and indirect effects through the mediating variable. The primary scientific contribution of this research lies in the development of an integrated empirical framework that combines perspectives from quality management, relationship marketing, and business resilience within the context of Business-to-Business partnerships. Unlike previous studies that primarily considered customer loyalty as the final outcome of product quality, this study demonstrates that customer loyalty functions as a strategic mediating mechanism linking product quality to business resilience. Therefore, the findings extend the theoretical understanding of how resilient SMEs are developed through customer- centered quality management within industrial partnership ecosystems. Practically, this study highlights that SME development programs should extend beyond increasing production capacity and expanding market access. Greater emphasis should be placed on strengthening quality management systems capable of consistently meeting customer requirements, thereby fostering customer loyalty and enhancing business resilience. The findings are expected to contribute to the advancement of knowledge in operations management, relationship marketing, and SME development, while also providing practical recommendations for fostering companies, SMEs, and policymakers in designing sustainable and resilient industrial partnership strategies. Keywords: Business-to-Business (B2B); Business Resilience; Customer Loyalty; Product Quality; Small and Medium Enterprises (SMEs).
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Tingkat Kualitas Produk , Loyalitas Pelanggan dan Resiliensi Bisnis IKM Binaan PT KAF SMid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBusiness To Business (B2B)id
dc.subject.keywordIndustri kecil menengahid
dc.subject.keywordkualitas produkid
dc.subject.keywordloyalitas pelangganid
dc.subject.keywordresiliensi bisnisid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record