Show simple item record

dc.contributor.advisorAlimuddin
dc.contributor.advisorSetiawati, Mia
dc.contributor.advisorArfah, Harton
dc.contributor.authorHapsari, Afrilia Bagus Putri
dc.date.accessioned2026-09-23T04:41:58Z
dc.date.available2026-09-23T04:41:58Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179996
dc.description.abstractIkan gabus (Channa striata) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi serta berpotensi dikembangkan dalam kegiatan budidaya. Ikan ini memiliki nilai fungsional tinggi karena kandungan albumin serta senyawa bioaktif seperti prostaglandin dan tromboksan yang bermanfaat untuk penyembuhan luka dan kesehatan. Habitat alami dan pembesaran ikan gabus meliputi perairan air tawar seperti sungai, rawa gambut, dan kolam budidaya terkontrol dengan kondisi pertumbuhan dan pemijahan yang lebih optimal pada musim hujan. Pengembangan budidaya ikan gabus masi menghadapi kendala berupa pertumbuhan yang relatif lambat dan masa pemeliharaan yang panjang untuk mencapai ukuran konsumsi. Pakan dengan kandungan protein tinggi diperlukan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi penggunaan pakan tersebut dapat meningkatkan biaya produksi. Penerapan teknologi yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas budidaya ikan gabus. Hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant growth hormone, rGH) telah dilaporkan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan melalui regulasi sumbu GH-IGF-1 serta berkaitan dengan pengaturan nafsu makan dan keseimbangan energi melalui gen ghrelin dan leptin. Penelitian Maulana et al. (2024) menunjukkan bahwa pemberian rGH dosis 5 mg/kg pakan meningkatkan pertumbuhan ikan gabus pada pemeliharaan hingga 90 hari, tetapi informasi mengenai efektivitasnya pada fase pembesaran dengan periode pemeliharaan yang lebih panjang serta respons ekspresi gen yang terlibat dalam pertumbuhan dan metabolisme masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian rGH dosis 5 mg/kg pakan terhadap kinerja pertumbuhan, kualitas daging, dan ekspresi gen GH, IGF-1, ghrelin, dan leptin pada ikan gabus selama pemeliharaan 180 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2024 hingga Juni 2025 di Kolam Pembesaran Ciherang Dramaga dan Laboratorium Reproduksi dan Genetikan Organisme Akuatik IPB untuk analisis ekspresi gen. Benih ikan gabus (Channa striata) berukuran panjang 7,5-8 cm dan rata-rata bobot ±2,68 g sebanyak 480 ekor dipelihara selama 180 hari menggunakan hapa berukuran 2×1×1 m pada kolam tanah berukuran 10×10×1,5 m. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan dan empat ulangan, yaitu pakan tanpa suplementasi rGH sebagai kontrol dan pakan dengan suplementasi rGH dosis 5 mg/kg pakan. Pakan diberikan secara at satiation dua kali sehari pada pukul 09.00 dan 17.00 WIB. Pakan bersuplementasi rGH diberikan selama 7 hari pertama pemeliharaan, sedangkan pakan komersial tanpa rGH diberikan mulai hari ke-8 hingga ke-180. Parameter yang diamati meliputi jumlah konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, retensi protein dan retensi lemak, serta ekspresi gen growth hormone (GH), insulin-like growth factor 1 (IGF-1), ghrelin (GHRL), dan leptin (LEP). Sampel hipofisa, hati, dan lambung dikoleksi pada jam ke-0, 4, 8, dan 12 setelah pemberian pakan pada hari ke-7, dengan tiga ekor per perlakuan. Ekspresi gen dianalisis menggunakan metode quatitative polymerase chain reaction (qPCR) setelah ekstraksi RNA total dan sintesis cDNA, dengan normalisasi terhadap gen ß-actin dan metode kuantifikasi 2-??Ct. Data kinerja pertumbuhan dianalisis menggunakan independent sample t-test, sedangkan data ekspresi gen dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan suplementasi rGH dosis 5 mg/kg pakan selama 7 hari pertama pemeliharaan memberikan pengaruh nyata terhadap kinerja pertumbuhan ikan gabus (P<0,05). Biomassa akhir ikan gabus perlakuan rGH lebih besar 52,57% dari kontrol, laju pertumbuhan spesifik bobot 18,81% lebih tinggi dari kontrol, dan laju pertumbuhan spesifik panjang 77,27% lebih tinggi dari kontrol. Nilai rasio konversi pakan perlakuan sebesar 1,18±0,02, sedangkan kontrol sebesar 1,73±0,10. Tingkat kelangsungan hidup tidak berbeda nyata antara perlakuan rGH dan kontrol. Analisis kualitas daging menunjukkan kadar protein dan air tidak berbeda nyata, sedangkan kadar lemak, retensi protein dan retensi lemak berbeda nyata antara perlakuan rGH dan kontrol. Ekspresi gen menunjukkan pola yang berbeda menurut waktu pengamatan. Ekspresi GH pada perlakuan rGH lebih tinggi dibandingkan kontrol pada jam ke 12, sedangkan ekspresi IGF-1 lebih tinggi pada perlakuan rGH terutama pada jam ke-8 dan ke-12. Ekspresi GHRL pada perlakuan rGH lebih tinggi dibandingkan kontrol pada jam ke-4, 8, dan 12, sedangkan ekspresi Leptin lebih rendah pada jam ke-4 dan ke-8 dan meningkat pada jam ke-12. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian rGH pada fase awal pemeliharaan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan serta memengaruhi respons ekspresi gen.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Pertumbuhan dan Ekspresi Gen Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Suplementasi Hormon Pertumbuhan Rekombinanid
dc.title.alternativeEvaluation of Growth Performance and Gene Expression in Snakehead Fish (Channa striata) Feed Diets Supplemented with Recombinant Growth Hormone
dc.typeTesis
dc.subject.keywordchanna striataid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record