Evaluasi Pertumbuhan dan Ekspresi Gen Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Suplementasi Hormon Pertumbuhan Rekombinan
Date
2026Author
Hapsari, Afrilia Bagus Putri
Alimuddin
Setiawati, Mia
Arfah, Harton
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar
yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi serta berpotensi dikembangkan dalam
kegiatan budidaya. Ikan ini memiliki nilai fungsional tinggi karena kandungan
albumin serta senyawa bioaktif seperti prostaglandin dan tromboksan yang
bermanfaat untuk penyembuhan luka dan kesehatan. Habitat alami dan pembesaran
ikan gabus meliputi perairan air tawar seperti sungai, rawa gambut, dan kolam
budidaya terkontrol dengan kondisi pertumbuhan dan pemijahan yang lebih optimal
pada musim hujan. Pengembangan budidaya ikan gabus masi menghadapi kendala
berupa pertumbuhan yang relatif lambat dan masa pemeliharaan yang panjang
untuk mencapai ukuran konsumsi. Pakan dengan kandungan protein tinggi
diperlukan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi penggunaan pakan tersebut dapat
meningkatkan biaya produksi. Penerapan teknologi yang mampu meningkatkan
pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan diperlukan untuk mendukung
peningkatan produktivitas budidaya ikan gabus.
Hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant growth hormone, rGH)
telah dilaporkan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan melalui regulasi sumbu
GH-IGF-1 serta berkaitan dengan pengaturan nafsu makan dan keseimbangan
energi melalui gen ghrelin dan leptin. Penelitian Maulana et al. (2024)
menunjukkan bahwa pemberian rGH dosis 5 mg/kg pakan meningkatkan
pertumbuhan ikan gabus pada pemeliharaan hingga 90 hari, tetapi informasi
mengenai efektivitasnya pada fase pembesaran dengan periode pemeliharaan yang
lebih panjang serta respons ekspresi gen yang terlibat dalam pertumbuhan dan
metabolisme masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh
pemberian rGH dosis 5 mg/kg pakan terhadap kinerja pertumbuhan, kualitas daging,
dan ekspresi gen GH, IGF-1, ghrelin, dan leptin pada ikan gabus selama
pemeliharaan 180 hari.
Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2024 hingga Juni 2025 di Kolam
Pembesaran Ciherang Dramaga dan Laboratorium Reproduksi dan Genetikan
Organisme Akuatik IPB untuk analisis ekspresi gen. Benih ikan gabus (Channa
striata) berukuran panjang 7,5-8 cm dan rata-rata bobot ±2,68 g sebanyak 480 ekor
dipelihara selama 180 hari menggunakan hapa berukuran 2×1×1 m pada kolam
tanah berukuran 10×10×1,5 m. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap
dengan dua perlakuan dan empat ulangan, yaitu pakan tanpa suplementasi rGH
sebagai kontrol dan pakan dengan suplementasi rGH dosis 5 mg/kg pakan. Pakan
diberikan secara at satiation dua kali sehari pada pukul 09.00 dan 17.00 WIB. Pakan
bersuplementasi rGH diberikan selama 7 hari pertama pemeliharaan, sedangkan
pakan komersial tanpa rGH diberikan mulai hari ke-8 hingga ke-180. Parameter
yang diamati meliputi jumlah konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, laju
pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, retensi protein dan retensi lemak, serta
ekspresi gen growth hormone (GH), insulin-like growth factor 1 (IGF-1), ghrelin
(GHRL), dan leptin (LEP). Sampel hipofisa, hati, dan lambung dikoleksi pada jam
ke-0, 4, 8, dan 12 setelah pemberian pakan pada hari ke-7, dengan tiga ekor per
perlakuan. Ekspresi gen dianalisis menggunakan metode quatitative polymerase
chain reaction (qPCR) setelah ekstraksi RNA total dan sintesis cDNA, dengan
normalisasi terhadap gen ß-actin dan metode kuantifikasi 2-??Ct. Data kinerja
pertumbuhan dianalisis menggunakan independent sample t-test, sedangkan data
ekspresi gen dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan suplementasi rGH
dosis 5 mg/kg pakan selama 7 hari pertama pemeliharaan memberikan pengaruh
nyata terhadap kinerja pertumbuhan ikan gabus (P<0,05). Biomassa akhir ikan
gabus perlakuan rGH lebih besar 52,57% dari kontrol, laju pertumbuhan spesifik
bobot 18,81% lebih tinggi dari kontrol, dan laju pertumbuhan spesifik panjang
77,27% lebih tinggi dari kontrol. Nilai rasio konversi pakan perlakuan sebesar
1,18±0,02, sedangkan kontrol sebesar 1,73±0,10. Tingkat kelangsungan hidup tidak
berbeda nyata antara perlakuan rGH dan kontrol. Analisis kualitas daging
menunjukkan kadar protein dan air tidak berbeda nyata, sedangkan kadar lemak,
retensi protein dan retensi lemak berbeda nyata antara perlakuan rGH dan kontrol.
Ekspresi gen menunjukkan pola yang berbeda menurut waktu pengamatan.
Ekspresi GH pada perlakuan rGH lebih tinggi dibandingkan kontrol pada jam ke
12, sedangkan ekspresi IGF-1 lebih tinggi pada perlakuan rGH terutama pada jam
ke-8 dan ke-12. Ekspresi GHRL pada perlakuan rGH lebih tinggi dibandingkan
kontrol pada jam ke-4, 8, dan 12, sedangkan ekspresi Leptin lebih rendah pada jam
ke-4 dan ke-8 dan meningkat pada jam ke-12. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pemberian rGH pada fase awal pemeliharaan mampu meningkatkan kinerja
pertumbuhan serta memengaruhi respons ekspresi gen.
Collections
- MF - Fisheries [3361]

