| dc.description.abstract | Gula semut merupakan produk gula aren yang bersifat higroskopis sehingga memerlukan proses pengeringan yang tepat untuk mencapai kadar air di bawah 3% sebagaimana ditetapkan dalam SNI 01-3743-2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pemanas dan kecepatan udara blower terhadap waktu pengeringan, kadar air akhir, serta kehilangan bahan akibat tumpahan pada proses pengeringan gula semut menggunakan rotary dryer, serta menentukan kondisi operasi optimum menggunakan Response Surface Analysis. Penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial penuh 3×3 dengan tiga tingkat suhu (50°C, 60°C, dan 70°C) dan tiga tingkat kecepatan udara (8,21; 14,41; dan 25,95 m/s), dengan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Titik akhir pengeringan ditentukan ketika perbedaan kelembapan relatif antara udara masuk dan udara keluar mencapai sekitar 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan kecepatan udara dapat mengurangi waktu pengeringan dan kadar air. Kecepatan udara blower merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap waktu pengeringan (p = 0,002). Model regresi kuadratik dikembangkan untuk ketiga respons yang diamati. Optimasi multi-respons menggunakan composite desirability menghasilkan kondisi optimum pada suhu 70°C dan kecepatan udara 23,98 m/s, dengan waktu pengeringan yang diprediksi sebesar 29,69 menit, kadar air sebesar 2,75%, dan kehilangan bahan akibat tumpahan sebesar 20,51 g. Kondisi tersebut menghasilkan nilai composite desirability sebesar 0,9609. | |