Status Penangkapan Perikanan Baronang dengan Pendekatan Ekosistem yang Berbasis di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta
Date
2026Author
Marwan, Daffa Alif
Taurusman, Am Azbas
Simbolon, Domu
Metadata
Show full item recordAbstract
DAFFA ALIF MARWAN. Status Penangkapan Perikanan Baronang dengan
Pendekatan Ekosistem yang Berbasis di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu,
Jakarta. Di bawah bimbingan AM AZBAS TAURUSMAN dan DOMU
SIMBOLON.
Penangkapan ikan baronang (Siganus sp.) di Pulau Harapan, Kepulauan
Seribu, berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem sehingga diperlukan
evaluasi pengelolaan dengan kerangka Ecosystem Approach to Fisheries
Management (EAFM). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan
perikanan berdasarkan domain teknik penangkapan ikan pada indikator EAFM.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan
penentuan responden secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa bubu tambun lebih selektif berdasarkan komposisi spesies, sedangkan bubu
kawat lebih selektif berdasarkan ukuran layak tangkap (Lm). Penilaian
menggunakan enam indikator pada domain tersebut dan menghasilkan nilai
komposit 75 dengan kategori baik. Namun, kepemilikan dokumen legal dan
sertifikasi awak kapal masih rendah sehingga memerlukan perbaikan untuk
mendukung keberlanjutan perikanan baronang.
Kata kunci: Baronang, Pulau Harapan, indikator EAFM DAFFA ALIF MARWAN. Fishing Status of Siganids Fishery Using an
Ecosystem Approach Based on Harapan Island, Kepulauan Seribu Island, Jakarta.
Supervised by AM AZBAS TAURUSMAN and DOMU SIMBOLON.
The capture of siganids fishery (Siganus sp.) based on Harapan Island,
Kepulauan Seribu, poses a potential threat to the ecosystem, necessitating an
evaluation of management practices through the Ecosystem Approach to Fisheries
Management (EAFM) framework. This study aims to evaluate fisheries
management in the fishing-technique domain using EAFM indicators. Data were
collected via observation, interviews, and literature review, with respondents
selected through purposive sampling. The findings indicate that bamboo traps
demonstrate greater selectivity concerning species composition, whereas wire
traps exhibit higher selectivity regarding biological allowable catch size (Lm). An
assessment employing six indicators within this domain yielded a composite score
of 75, which is categorized as good. Nonetheless, the ownership of legal
documents and crew certification remains inadequate, necessitating enhancement
to ensure the sustainability Siganids fishery.
Kata kunci: Siganids, Harapan Island, EAFM indicator

