Maskulinisasi Ikan Rainbow Paskai (Pseudomugil paskai) melalui Pakan menggunakan Ekstrak Biji Pepaya
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Jibrali, Jibran
Arfah, Harton
Sudrajat, Agus Oman
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan ekstrak biji pepaya (Carica papaya) sebagai bahan alami untuk maskulinisasi ikan rainbow paskai (Pseudomugil paskai) melalui suplementasi pakan dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan. Larva P. paskai diberi pakan komersial yang dilapisi dengan berbagai dosis bahan perlakuan selama 30 hari, yaitu kontrol (K), 17a-metiltestosteron 1 mg kg?¹ pakan (MT), bubuk biji pepaya 6 g kg?¹ pakan (B6), serta ekstrak biji pepaya 1,5; 2,5; dan 3,5 mL kg?¹ pakan (E1,5; E2,5; E3,5). Ikan kemudian dipelihara hingga umur 60 hari dan diamati persentase kelamin jantan, pertumbuhan, serta tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan E2,5 menghasilkan persentase kelamin jantan tertinggi sebesar (96,67±5,77%), yang tidak berbeda nyata dengan MT (93,33±11,55%). Perlakuan E2,5 juga menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi sebesar (96,67±5,77%). Perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan panjang mutlak. Tidak ditemukan abnormalitas pada seluruh perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak biji pepaya dosis 2,5 mL kg?¹ pakan merupakan dosis terbaik untuk maskulinisasi larva P. paskai dan berpotensi menjadi alternatif alami penggunaan 17a-metiltestosteron. This study investigated the use of papaya seed (Carica papaya) extract as a natural material for masculinization of rainbow paskai (Pseudomugil paskai) larvae through feed supplementation and its effects on growth. Larvae were fed commercial feed coated with different treatments for 30 days, consisting of a control (K), 17a-methyltestosterone at 1 mg kg?¹ feed (MT), papaya seed powder at 6 g kg?¹ feed (B6), and papaya seed extract at 1,5; 2,5, and 3,5 mL kg?¹ feed (E1,5, E2,5, and E3,5). Fish were subsequently reared until 60 days of age, and the percentage of males, growth, and survival rate were evaluated. The results showed that E2,5 produced the highest male percentage (96,67±5,77%), which was not significantly different from MT (93,33±11,55%). E2,5 also resulted in the highest survival rate (96,67±5,77%). The treatments had no significant effect on absolute weight and length growth. No abnormalities were observed in any treatment. Therefore, papaya seed extract at 2,5 mL kg?¹ feed was the best treatment for masculinization of P. paskai larvae and showed potential as a natural alternative to 17a-methyltestosterone.
Collections
- UF - Aquaculture [2294]

