Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorBantacut, Tajuddin
dc.contributor.advisorAnggraeni, Elisa
dc.contributor.authorMaghfiroh, Nurul
dc.date.accessioned2026-08-28T06:07:25Z
dc.date.available2026-08-28T06:07:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179857
dc.description.abstractPeningkatan produksi padi yang berkelanjutan memerlukan peningkatan produktivitas untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta efektivitas rantai pasok guna menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui adopsi Varietas Unggul Baru (VUB) dan teknologi budidaya, namun masih menghadapi kendala rendahnya adopsi petani akibat keterbatasan diseminasi dan lambatnya difusi inovasi sehingga memerlukan dukungan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis situasi keberlanjutan rantai pasok beras, 2) merancang model peningkatan produksi padi berkelanjutan melalui adopsi inovasi benih unggul 3) menganalisis peningkatan kinerja rantai pasok beras, 4) menganalisis peningkatan keberlanjutan rantai pasok beras dan 5) membangun prototipe sistem penunjang keputusan peningkatan kinerja keberlanjutan rantai pasok beras. Penelitian ini menggunakan pendekatan Soft System Dynamic Methodology (SSDM) yang mengintegrasikan Soft System Methodology (SSM) dan System Dynamics (SD). Analisis dilakukan menggunakan MACTOR untuk memetakan hubungan antaraktor, SCOR DS untuk mengukur kinerja rantai pasok, System Dynamics untuk memodelkan adopsi VUB dan peningkatan produksi padi, serta Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) untuk menilai keberlanjutan kinerja aktor. Selanjutnya, System Development Life Cycle (SDLC) digunakan untuk mengembangkan prototipe sistem pendukung keputusan berdasarkan hasil analisis dan pemodelan. Penelitian ini telah mengembangkan Sistem Penunjang Keputusan (SPK) peningkatan kinerja keberlanjutan rantai pasok beras dengan pendekatan yang mengintegrasikan analisis situasi keberlanjutan rantai pasok, model peningkatan produksi padi melalui adopsi varietas unggul baru, pengukuran kinerja dan penilaian keberlanjutan rantai pasok. Sistem ini mampu mensimulasikan berbagai skenario kebijakan serta memberikan rekomendasi alternatif kebijakan optimum untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan rantai pasok beras. Pencapaian tujuan pertama menunjukkan bahwa analisis situasi keberlanjutan berhasil mengidentifikasi aktor-aktor kunci dan hubungan pengaruh dalam rantai pasok beras. Hasil analisis MACTOR menunjukkan bahwa aktor pemerintah, terutama Kementerian Pertanian, BRMP Padi, dan BRMP Jawa Barat, memiliki pengaruh terbesar dalam mendorong adopsi varietas unggul baru melalui kebijakan, diseminasi, dan penyediaan benih. Analisis Matrix of Actor Objectives (2MAO) menunjukkan seluruh aktor memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan produktivitas melalui adopsi VUB untuk mendukung produksi padi berkelanjutan. Kinerja rantai pasok eksisting menunjukkan keterbatasan produksi petani sehingga penggilingan padi masih bergantung pada pasokan gabah dari luar wilayah, dengan produksi gabah Subang hanya mampu memenuhi sekitar 17,89% kebutuhan bahan baku penggilingan padi. Dengan demikian pemerintah berperan sebagai pengambil keputusan strategis dalam menetapkan arah kebijakan peningkatan produktivitas melalui adopsi VUB. Pencapaian tujuan kedua menghasilkan model sistem dinamik yang mampu menggambarkan hubungan sebab akibat antara kapasitas diseminasi VUB, proses adopsi inovasi, penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), peningkatan produktivitas, hingga peningkatan produksi padi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario 4 menghasilkan percepatan adopsi VUB, ditandai dengan Inpari 49 memasuki fase early adopter pada tahun 2028 dan penurunan penggunaan Inpari 32 terjadi lebih awal dibandingkan kondisi baseline. Percepatan adopsi tersebut meningkatkan produksi padi hingga 24,13%, dari sekitar 1,16 juta ton pada tahun 2023 menjadi 1,44 juta ton pada tahun 2045. Peningkatan produksi ini juga berdampak positif terhadap kinerja aktor rantai pasok. Model ini menjadi mesin simulasi SPK. Pencapaian tujuan ketiga menunjukkan peningkatan produksi padi berdampak positif terhadap kinerja seluruh aktor rantai pasok. Secara keseluruhan, kombinasi peningkatan diseminasi VUB dan penerapan PTT memberikan dampak positif terhadap kinerja seluruh aktor rantai pasok beras. Skenario 4 menghasilkan kinerja terbaik karena mampu mempercepat adopsi VUB, meningkatkan produksi, serta memperbaiki kinerja pada dimensi resiliensi, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pencapaian tujuan keempat menunjukan bahwa peningkatan diseminasi VUB dan penerapan PTT mempercepat transformasi keberlanjutan aktor rantai pasok beras. Skenario 4 memberikan hasil terbaik, dengan produsen benih dan petani mencapai kategori sustainable lebih cepat dibandingkan kondisi baseline. Peningkatan keberlanjutan tersebut didorong oleh penguatan dimensi sosial melalui diseminasi dan pelatihan, peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta kemampuan memenuhi permintaan. Pada penggilingan padi, peningkatan pasokan gabah dan penggunaan VUB mampu memperbaiki dimensi resiliensi, ekonomi, dan lingkungan, tetapi nilai keberlanjutannya hanya meningkat dari moderately sustainable menjadi fairly sustainable karena sebagian indikator telah mencapai batas kapasitas dalam struktur model. Sementara itu, pedagang besar memiliki tingkat keberlanjutan awal yang relatif lebih tinggi dan telah mencapai kategori Sustainable sejak tahun 2024 pada seluruh skenario intervensi. Secara keseluruhan, hasil penilaian menunjukkan bahwa peningkatan adopsi VUB dan penerapan PTT menghasilkan efek berantai terhadap keberlanjutan aktor dari hulu hingga hilir. Skenario 4 menunjukkan hasil terbaik dalam mempercepat pencapaian keberlanjutan, Pencapaian tujuan kelima menghasilkan prototipe yang mengintegrasikan analisis peran aktor, simulasi adopsi VUB dan peningkatan produksi padi pada berbagai skenario intervensi, pengukuran kinerja serta penilaian keberlanjutan aktor rantai pasok berdasarkan dimensi resiliensi, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Prototipe diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dalam merumuskan intervensi peningkatan adopsi VUB dan produksi padi serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan kinerja dan keberlanjutan aktor rantai pasok beras secara lebih terintegrasi.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENINGKATAN KINERJA KEBERLANJUTAN RANTAI PASOK BERAS DENGAN PENDEKATAN SOFT SYSTEM DYNAMIC METHODOLOGYid
dc.title.alternative
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordadopsi vub padiid
dc.subject.keywordpeningkatan kinerja keberlanjutanid
dc.subject.keywordrantai pasok berasid
dc.subject.keywordSistem Penunjang Keputusanid
dc.subject.keywordSoft System Dynamic Methodologyid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record