SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENINGKATAN KINERJA KEBERLANJUTAN RANTAI PASOK BERAS DENGAN PENDEKATAN SOFT SYSTEM DYNAMIC METHODOLOGY
Date
2026Jenis/Type
DisertasiSubtype
DissertationsAuthor
Maghfiroh, Nurul
Marimin
Bantacut, Tajuddin
Anggraeni, Elisa
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan produksi padi yang berkelanjutan memerlukan peningkatan
produktivitas untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta
efektivitas rantai pasok guna menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui adopsi Varietas Unggul Baru (VUB) dan
teknologi budidaya, namun masih menghadapi kendala rendahnya adopsi petani
akibat keterbatasan diseminasi dan lambatnya difusi inovasi sehingga memerlukan
dukungan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis situasi
keberlanjutan rantai pasok beras, 2) merancang model peningkatan produksi padi
berkelanjutan melalui adopsi inovasi benih unggul 3) menganalisis peningkatan
kinerja rantai pasok beras, 4) menganalisis peningkatan keberlanjutan rantai pasok
beras dan 5) membangun prototipe sistem penunjang keputusan peningkatan kinerja
keberlanjutan rantai pasok beras.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Soft System Dynamic Methodology
(SSDM) yang mengintegrasikan Soft System Methodology (SSM) dan System
Dynamics (SD). Analisis dilakukan menggunakan MACTOR untuk memetakan
hubungan antaraktor, SCOR DS untuk mengukur kinerja rantai pasok, System
Dynamics untuk memodelkan adopsi VUB dan peningkatan produksi padi, serta
Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) untuk menilai keberlanjutan kinerja
aktor. Selanjutnya, System Development Life Cycle (SDLC) digunakan untuk
mengembangkan prototipe sistem pendukung keputusan berdasarkan hasil analisis
dan pemodelan.
Penelitian ini telah mengembangkan Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
peningkatan kinerja keberlanjutan rantai pasok beras dengan pendekatan yang
mengintegrasikan analisis situasi keberlanjutan rantai pasok, model peningkatan
produksi padi melalui adopsi varietas unggul baru, pengukuran kinerja dan
penilaian keberlanjutan rantai pasok. Sistem ini mampu mensimulasikan berbagai
skenario kebijakan serta memberikan rekomendasi alternatif kebijakan optimum
untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan rantai pasok beras.
Pencapaian tujuan pertama menunjukkan bahwa analisis situasi keberlanjutan
berhasil mengidentifikasi aktor-aktor kunci dan hubungan pengaruh dalam rantai
pasok beras. Hasil analisis MACTOR menunjukkan bahwa aktor pemerintah,
terutama Kementerian Pertanian, BRMP Padi, dan BRMP Jawa Barat, memiliki
pengaruh terbesar dalam mendorong adopsi varietas unggul baru melalui kebijakan,
diseminasi, dan penyediaan benih. Analisis Matrix of Actor Objectives (2MAO)
menunjukkan seluruh aktor memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan
produktivitas melalui adopsi VUB untuk mendukung produksi padi berkelanjutan.
Kinerja rantai pasok eksisting menunjukkan keterbatasan produksi petani sehingga
penggilingan padi masih bergantung pada pasokan gabah dari luar wilayah, dengan
produksi gabah Subang hanya mampu memenuhi sekitar 17,89% kebutuhan bahan
baku penggilingan padi. Dengan demikian pemerintah berperan sebagai pengambil keputusan strategis dalam menetapkan arah kebijakan peningkatan produktivitas
melalui adopsi VUB.
Pencapaian tujuan kedua menghasilkan model sistem dinamik yang mampu
menggambarkan hubungan sebab akibat antara kapasitas diseminasi VUB, proses
adopsi inovasi, penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), peningkatan
produktivitas, hingga peningkatan produksi padi. Hasil simulasi menunjukkan
bahwa skenario 4 menghasilkan percepatan adopsi VUB, ditandai dengan Inpari 49
memasuki fase early adopter pada tahun 2028 dan penurunan penggunaan Inpari
32 terjadi lebih awal dibandingkan kondisi baseline. Percepatan adopsi tersebut
meningkatkan produksi padi hingga 24,13%, dari sekitar 1,16 juta ton pada tahun
2023 menjadi 1,44 juta ton pada tahun 2045. Peningkatan produksi ini juga
berdampak positif terhadap kinerja aktor rantai pasok. Model ini menjadi mesin
simulasi SPK.
Pencapaian tujuan ketiga menunjukkan peningkatan produksi padi
berdampak positif terhadap kinerja seluruh aktor rantai pasok. Secara keseluruhan,
kombinasi peningkatan diseminasi VUB dan penerapan PTT memberikan dampak
positif terhadap kinerja seluruh aktor rantai pasok beras. Skenario 4 menghasilkan
kinerja terbaik karena mampu mempercepat adopsi VUB, meningkatkan produksi,
serta memperbaiki kinerja pada dimensi resiliensi, ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Pencapaian tujuan keempat menunjukan bahwa peningkatan diseminasi VUB
dan penerapan PTT mempercepat transformasi keberlanjutan aktor rantai pasok
beras. Skenario 4 memberikan hasil terbaik, dengan produsen benih dan petani
mencapai kategori sustainable lebih cepat dibandingkan kondisi baseline.
Peningkatan keberlanjutan tersebut didorong oleh penguatan dimensi sosial melalui
diseminasi dan pelatihan, peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber
daya, serta kemampuan memenuhi permintaan.
Pada penggilingan padi, peningkatan pasokan gabah dan penggunaan VUB
mampu memperbaiki dimensi resiliensi, ekonomi, dan lingkungan, tetapi nilai
keberlanjutannya hanya meningkat dari moderately sustainable menjadi fairly
sustainable karena sebagian indikator telah mencapai batas kapasitas dalam struktur
model. Sementara itu, pedagang besar memiliki tingkat keberlanjutan awal yang
relatif lebih tinggi dan telah mencapai kategori Sustainable sejak tahun 2024 pada
seluruh skenario intervensi. Secara keseluruhan, hasil penilaian menunjukkan
bahwa peningkatan adopsi VUB dan penerapan PTT menghasilkan efek berantai
terhadap keberlanjutan aktor dari hulu hingga hilir. Skenario 4 menunjukkan hasil
terbaik dalam mempercepat pencapaian keberlanjutan,
Pencapaian tujuan kelima menghasilkan prototipe yang mengintegrasikan
analisis peran aktor, simulasi adopsi VUB dan peningkatan produksi padi pada
berbagai skenario intervensi, pengukuran kinerja serta penilaian keberlanjutan aktor
rantai pasok berdasarkan dimensi resiliensi, ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Prototipe diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dalam merumuskan
intervensi peningkatan adopsi VUB dan produksi padi serta mengevaluasi
dampaknya terhadap peningkatan kinerja dan keberlanjutan aktor rantai pasok beras
secara lebih terintegrasi.

