Induksi Pematangan Gonad Pada Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Betina dengan Plasma Darah Sapi Betina
Date
2026Author
HIDAYAH, NURUL ALVI
Sudrajat, Agus Oman
Carman, Odang
Metadata
Show full item recordAbstract
Ketersediaan induk ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) betina yang
telah matang gonad merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan
pembenihan. Plasma darah sapi betina yang berasal dari limbah rumah potong
hewan (RPH) mengandung berbagai komponen bioaktif yang berpotensi
mendukung proses pematangan gonad. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
pengaruh pemberian plasma darah sapi betina terhadap pematangan gonad dan
parameter hematologi ikan lele Sangkuriang betina. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (NaCl
fisiologis 0,9%), P1 (plasma darah sapi betina dosis 0,5 mL kg?¹ bobot tubuh), P2
(1,0 mL kg?¹ bobot tubuh), dan P3 (1,5 mL kg?¹ bobot tubuh), dengan empat
ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot mutlak, indeks
gonadosomatik (GSI), indeks hepatosomatik (HSI), fekunditas, diameter telur,
eritrosit, leukosit, hemoglobin, dan hematokrit. Data dianalisis menggunakan
analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian plasma darah sapi betina
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai GSI, fekunditas, serta kadar hemoglobin
pada H7 dan H14 dan H28 tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap
pertambahan bobot mutlak, HSI, diameter telur, jumlah eritrosit, jumlah leukosit,
dan nilai hematokrit. Perlakuan P3 (1,5 mL kg?¹ bobot tubuh) merupakan dosis
terbaik dalam meningkatkan pematangan gonad ikan lele Sangkuriang betina, yang
ditunjukkan oleh nilai GSI dan fekunditas tertinggi. Selain itu, pemberian plasma
darah sapi betina hingga dosis 1,5 mL kg?¹ bobot tubuh tidak memberikan dampak
negatif terhadap parameter hematologi yang diamati. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa plasma darah sapi betina berpotensi dimanfaatkan sebagai
alternatif bahan alami untuk mendukung pematangan gonad induk ikan lele
Sangkuriang betina. The availability of sexually mature female Sangkuriang catfish (Clarias
gariepinus) broodstock is an important factor in the success of seed production.
Bovine blood plasma, a by-product of slaughterhouses, contains various
bioactive components that have the potential to support gonadal maturation.
This study aimed to evaluate the effect of bovine blood plasma administration
on gonadal maturation and hematological parameters of female Sangkuriang
catfish. A completely randomized design (CRD) consisting of four treatments
was used: P0 (0.9% physiological saline), P1 (0.5 mL kg?¹ body weight bovine
blood plasma), P2 (1.0 mL kg?¹ body weight bovine blood plasma), and P3 (1.5
mL kg?¹ body weight bovine blood plasma), each with four replicates. The
observed parameters included absolute weight gain, gonadosomatic index
(GSI), hepatosomatic index (HSI), fecundity, egg diameter, erythrocyte count,
leukocyte count, hemoglobin concentration, and hematocrit value. Data were
analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's multiple
range test at a 5% significance level. The results showed that bovine blood
plasma administration significantly affected (P<0.05) the GSI, fecundity, and
hemoglobin concentration on days 7, 14 and 21 but had no significant effect
(P>0.05) on absolute weight gain, HSI, egg diameter, erythrocyte count,
leukocyte count, or hematocrit value. Treatment P3 (1.5 mL kg?¹ body weight)
was the optimal dose for enhancing gonadal maturation, as indicated by the
highest GSI and fecundity values. Furthermore, bovine blood plasma
administration up to 1.5 mL kg?¹ body weight did not adversely affect the
hematological parameters evaluated. These findings suggest that bovine blood
plasma has the potential to serve as a natural alternative for enhancing gonadal
maturation in female Sangkuriang catfish broodstock.
Collections
- UF - Aquaculture [2294]

