| dc.contributor.advisor | Supriyono, Eddy | |
| dc.contributor.advisor | Hastuti, Yuni Puji | |
| dc.contributor.author | Merysia, Samantha | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-23T12:16:17Z | |
| dc.date.available | 2026-08-23T12:16:17Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179823 | |
| dc.description.abstract | Transportasi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan stres pada ikan.
Salah satu upaya untuk mengurangi stres adalah penggunaan bahan anestesi alami
seperti cacahan batang pisang yang mengandung senyawa aktif flavonoid,saponin,
tanin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan
cacahan batang pisang pada transportasi sistem tertutup benih ikan nila terhadap
kualitas air, glukosa darah, tingkat kelangsungan hidup, dan pertumbuhan
pascatransportasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (K),
penambahan cacahan sebanyak 2,3 g L-1
(P1), dan 11,5 g L-1
(P2). Hasil penelitian
menunjukkan perlakuan P1 memiliki kadar glukosa darah setelah transportasi
(96,67±1,53 mg dL?¹) lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Pemeliharaan
dilakukan selama 30 hari. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi P1 sebesar
93,33%, dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada P1 sebesar
2,25%/hari. | |
| dc.description.abstract | Transportation is one of the activities that can induce stress in fish. One
approach to reducing stress is the use of natural anesthetic agents, such as chopped
banana pseudostem which contains bioactive compounds including flavonoids,
saponins, tannins, and alkaloids. This study aimed to analyze the effect of adding
chopped banana pseudostem to the closed-system transportation of Nile tilapia
(Oreochromis niloticus) fingerlings on water quality, blood glucose levels, survival
rate, and post-transport growth performance. This study uses a completely
randomized design (CRD) with three treatments and three replications. The
treatments consist of a control (K), the addition of 2,3 g L-1
of chopped material
(P1), and 11,5 g L-1 (P2). The results showed that treatment P1 had a lower blood
glucose level after transportation (96,67 ± 1,53 mg dL?¹) compared with the other
treatments. The fish were subsequently reared for 30 days. The highest survival rate
was observed in P1 at 93,33%, while the highest specific growth rate was also
observed in P1 at 2,25% day?¹. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Penambahan Cacahan Batang Pisang Ambon pada
Transportasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Sistem Tertutup | id |
| dc.title.alternative | Cacahan Batang Pisang Ambon Pada Transportasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Sistem Tertutup | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | ikan nila | id |
| dc.subject.keyword | batang pisang | id |
| dc.subject.keyword | Transportasi | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |