| dc.description.abstract | Benih padi IPB 3S memiliki dormansi fisiologis yang menyebabkan proses after-ripening berlangsung lambat sehingga dapat menghambat ketersediaan benih bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk nitrogen serta teknik pematahan dormansi terhadap after-ripening dan daya simpan benih padi IPB 3S selama penyimpanan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split-plot) dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan tiga ulangan. Petak utama berupa perlakuan pematahan dormansi (kontrol/tanpa perendaman dan perendaman KNO3 0,2% selama 36 jam), sedangkan anak petak berupa kombinasi jenis pupuk nitrogen (urea, KNO3, dan NPK Phonska 15-15-15) dengan dosis (100%, 150%, dan 200% dari dosis rekomendasi) sehingga diperoleh sembilan taraf kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman KNO3 0,2% meningkatkan daya berkecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh serta menurunkan intensitas dormansi pada 1–4 minggu setelah panen (MSP). Patah dormansi after-ripening benih padi IPB 3S terjadi pada 2 MSP dari perlakuan perendaman KNO3 0,2%, dengan daya berkecambah sebesar 90,59%. Jenis dan dosis pupuk nitrogen menghasilkan mutu fisiologis yang sama pada beberapa parameter selama penyimpanan. Perlakuan KNO3 dosis 100% menghasilkan indeks vigor tertinggi dan tidak berbeda nyata dengan urea dosis 150% pada 1 dan 4 BSP, serta menghasilkan kecepatan tumbuh tertinggi dan berbeda nyata dengan seluruh perlakuan urea pada 1 BSP. Seluruh kombinasi perlakuan jenis dan dosis pupuk nitrogen mencapai daya berkecambah =80% pada 10 MSP, menunjukkan bahwa benih padi IPB 3S memiliki daya simpan yang baik selama penyimpanan. Teknik pematahan dormansi menggunakan perendaman KNO3 0,2% efektif mempercepat pelepasan dormansi pada awal penyimpanan, sedangkan jenis dan dosis pupuk nitrogen menentukan mutu fisiologis benih sehingga benih padi IPB 3S memiliki daya simpan yang baik selama penyimpanan. | |