IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Medicine and Nutrition
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Medicine and Nutrition
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Faktor Gizi dan Lingkungan terhadap Prevalensi Stunting pada Balita di Wilayah Pertanian Kabupaten Enrekang

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.176Mb)
      Fulltext (3.952Mb)
      Lampiran (374.6Kb)
      Date
      2026
      Author
      Azhar, Anastasya Adawiah
      Khomsan, Ali
      Dwiriani, Cesilia Meti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Stunting pada balita masih menjadi masalah gizi penting karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu wilayah pertanian dengan prevalensi stunting yang masih tinggi. Wilayah pertanian memiliki karakteristik yang khas, baik dari sisi ketahanan pangan rumah tangga, pola konsumsi, praktik pengasuhan, higiene sanitasi, penyakit infeksi, maupun potensi paparan pestisida. Perbedaan subsektor pertanian, seperti tanaman pangan dan hortikultura, juga dapat membentuk kondisi sosial ekonomi, pangan, dan lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami faktor gizi dan lingkungan yang berkaitan dengan stunting pada balita di wilayah pertanian secara lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan faktor gizi, faktor lingkungan, dan prevalensi stunting antara wilayah pertanian tanaman pangan dan hortikultura; menganalisis hubungan faktor gizi dan lingkungan dengan stunting pada balita; serta mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap stunting balita di wilayah pertanian Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada Januari 2026 di wilayah tanaman pangan (padi) dan hortikultura (bawang merah). Subjek penelitian berjumlah 148 balita usia 24–59 bulan, terdiri atas 74 balita dari wilayah tanaman pangan dan 74 balita dari wilayah hortikultura. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara karakteristik balita dan keluarga, ketahanan pangan rumah tangga, praktik pemberian makan responsif, higiene dan sanitasi lingkungan, paparan pestisida, riwayat penyakit infeksi, serta recall 24 jam. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan binary logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara keseluruhan sebesar 42,6%. Prevalensi stunting lebih tinggi pada wilayah hortikultura dibandingkan wilayah tanaman pangan, yaitu 58,1% dan 27,0%. Ketahanan pangan rumah tangga berbeda signifikan antarwilayah, dengan proporsi rumah tangga tahan pangan lebih tinggi pada wilayah hortikultura, sedangkan kerawanan pangan lebih banyak ditemukan pada wilayah tanaman pangan. Praktik pemberian makan responsif tidak berbeda antarwilayah dan sebagian besar ibu telah berada pada kategori baik. Higiene dan sanitasi lingkungan berbeda signifikan, dengan kondisi kurang lebih banyak ditemukan pada wilayah hortikultura. Riwayat penyakit infeksi lebih banyak ditemukan pada wilayah tanaman pangan. Paparan pestisida tidak berbeda signifikan antarwilayah, tetapi sebagian besar rumah tangga berada pada kategori paparan tinggi. Asupan dan tingkat kecukupan zat gizi menunjukkan bahwa balita di wilayah tanaman pangan cenderung memiliki kecukupan protein, zat besi, dan seng yang lebih baik dibandingkan balita di wilayah hortikultura. Namun, masalah kecukupan zat gizi masih ditemukan pada kedua wilayah. Analisis hubungan menunjukkan bahwa seluruh variabel tidak berhubungan secara signifikan terhadap stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tinggal di wilayah hortikultura dan tingkat kecukupan energi yang kurang merupakan faktor paling berpengaruh terhadap stunting. Temuan penting penelitian ini menunjukkan bahwa balita di wilayah hortikultura memiliki beban stunting yang lebih tinggi meskipun wilayah tersebut memiliki proporsi rumah tangga tahan pangan dan pendapatan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa risiko stunting di wilayah pertanian tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi dan ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas asupan gizi, higiene sanitasi, penyakit infeksi, serta karakteristik lingkungan pertanian. Implikasi penelitian ini adalah perlunya strategi pencegahan stunting yang disesuaikan dengan karakteristik subsektor pertanian.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179520
      Collections
      • MF - Medicine and Nutrition [22]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository