Analisis Penerapan Produksi Bersih Pada Industri Gula Rafinasi
Abstract
Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang preventif, terpadu, dan berkesinambungan yang diterapkan pada setiap kegiatan yang berkaitan dengan proses produksi dan produk untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam, mengurangi pencemaran lingkungan, dan mengurangi timbulan limbah pada sumbernya, untuk mengurangi kerusakan lingkungan serta risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia. Produksi bersih dapat diterapkan pada semua jenis industri, termasuk industri gula rafinasi. Industri gula rafinasi menghasilkan limbah dan memungkinkan untuk terjadinya masalah atau kendala pada proses pengolahannya. Produksi bersih diharapkan dapat memberikan manfaat perbaikan bagi industri industri gula rafinasi.
Penelitian ini dilakukan di pabrik gula rafinasi di Lampung dengan kapasitas produksi sebesar 1.696,6 ton/hari. Penelitian ini dilakukan pada proses produksi pabrik gula rafinasi setiap proses pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan sumber limbah yang terbentuk pada proses produksi di industri gula, mengidentifikasi alternatif produksi bersih yang dapat diterapkan dan menganalisis kelayakan penerapan produksi bersih secara teknis, finansial, dan lingkungan, serta menentukan skala prioritas penerapan kegiatan produksi bersih pada industri gula yang direkomendasikan.
Limbah yang dihasilkan berupa limbah cair, padat, dan gas. Limbah cair dapat mencemari air sungai, air tanah, dan perairan lainnya dapat menyebabkan biota air menjadi rusak karena pencemaran air tersebut. Limbah padat pabrik gula rafinasi dapat mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan manusia. Limbah gas dapat menurunkan kualitas udara ambien di area dan lingkungan pabrik.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, studi literatur, dan wawancara dengan responden yang merupakan pakar industri terkait. Tahapan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi aliran proses dan siklus material, mengidentifikasi peluang produksi bersih, evaluasi peluang produksi bersih dengan aspek teknik, finansial, dan lingkungan. Aspek teknis mengacu pada proses produksi, bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Aspek finansial dilakukan pengujian B/C ratio, payback period, dan net present value. Aspek lingkungan dianalisis dampak lingkungan menggunakan tools OpenLCA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat permasalahan dan alternatif produksi bersih yang direkomendasikan, yaitu preventive maintenance pada reaction tank (B/C ratio: 29,62; NPV 109 miliar), perbaikan sambungan pipa dan penggantian mechanical seal pompa (B/C ratio: 42,63; NPV 920 juta; PBP 0,04 tahun), penambahan wadah penampung tetesan massecuite (B/C ratio: 1,59; NPV 6 juta; PBP 2,8 tahun), pembersihan pada alat sugar grader dan bucket elevator (B/C ratio: 1,4; NPV: 2 miliar), dan penambahan skirt seal dan hopper pada filling packing (B/C ratio: 85,67; NPV 12 miliar; PBP 0,028 tahun). Penentuan prioritas alternatif produksi bersih dengan metode AHP menghasilkan alternatif produksi bersih dengan prioritas tertinggi adalah preventive maintenance pada reaction tank.
Collections
- MF - Agriculture Technology [2545]

