| dc.contributor.advisor | Ma'arif, Mohamad Syamsul | |
| dc.contributor.advisor | Ekananta, Arry | |
| dc.contributor.author | Reflina, Yelia Putri | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-15T07:37:32Z | |
| dc.date.available | 2026-08-15T07:37:32Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179428 | |
| dc.description.abstract | Industri plastik di Indonesia merupakan salah satu sektor strategis yang terus berkembang, dengan nilai pasar mencapai USD 8.3 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 14.1 miliar pada tahun 2034. Pertumbuhan ini tidak diiringi oleh perbaikan performa logistik nasional, yang justru mengalami penurunan peringkat Logistics Performance Index dari posisi 46 pada tahun 2018 menjadi posisi 61 dari 139 negara pada tahun 2023. Kondisi ini menuntut perusahaan distribusi untuk semakin adaptif menghadapi dinamika rantai pasok, fluktuasi harga bahan baku, dan perubahaan permintaan pasar. Salah satu perusahaan yang berada pada titik sentral tantangan tersebut adalah PT. XYZ, sebuah distributor plastik yang beroperasi di Jakarta Timur dan menjembatani produsen bahan plastik dengan industri manufaktur pengguna di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks, PT. XYZ dituntut mengelola pengetahuan organisasinya secara lebih sistematis agar karyawan mampu beradaptasi dengan cepat. Salah satu pendekatan yang diyakini efektif adalah penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management) berdasarkan model SECI dari Nonaka dan Takeuchi (1995), yang terdiri atas empat proses, yaitu Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting kinerja karyawan dan penerapan manajemen pengetahuan di PT. XYZ, mengidentifikasi faktor-faktor dari model SECI yang memengaruhi kinerja karyawan, serta merancang skenario penerapan manajemen pengetahuan yang efektif melalui pendekatan perencanaan skenario.
Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang melibatkan 58 karyawan PT. XYZ sebagai responden. Data dianalisis melalui statistik deskriptif untuk memotret kondisi eksisting, Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0 untuk menguji pengaruh keempat elemen SECI terhadap kinerja karyawan, serta analisis TAIDA (Tracking, Analyzing, Imaging, Deciding, Acting) untuk merumuskan skenario strategis.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa seluruh elemen SECI maupun kinerja karyawan berada pada kategori tinggi, dengan Internalization memperoleh skor rata-rata tertinggi (3,994) dan Externalization sebagai elemen dengan skor terendah (3,546). Temuan ini mengindikasikan bahwa karyawan PT. XYZ relatif kuat dalam menyerap dan menerapkan pengetahuan melalui pelatihan dan praktik kerja langsung, namun masih lemah dalam mendokumentasikan pengetahuan tacit menjadi bentuk eksplisit seperti SOP dan panduan tertulis. Pengujian SEM-PLS lebih lanjut mengungkapkan bahwa dari keempat elemen manajemen pengetahuan yang diuji, hanya Internalization yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur 0,410; p-value 0,032), sementara Socialization, Externalization, dan Combination tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Model penelitian secara keseluruhan mampu menjelaskan 87 persen variansi kinerja karyawan (R² = 0,870).
Berdasarkan temuan tersebut, analisis TAIDA menghasilkan tiga alternatif skenario, yaitu Business as Usual, Knowledge Sharing Improvement, dan Integrated Knowledge Management. Skenario Integrated Knowledge Management direkomendasikan sebagai skenario yang paling sesuai diterapkan oleh PT. XYZ, karena mengintegrasikan penguatan Socialization, Externalization, dan Combination secara sistematis untuk melengkapi Internalization yang telah terbukti signifikan. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah PT. XYZ disarankan menjadikan penguatan Internalization sebagai prioritas utama melalui evaluasi pasca-pelatihan dan budaya evaluasi diri, sekaligus membenahi dokumentasi pengetahuan, mendorong berbagi pengetahuan yang lebih terstruktur, dan mengembangkan sistem knowledge repository yang terintegrasi. Implementasi disarankan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase selama dua belas bulan, dengan estimasi total kebutuhan anggaran berkisar antara Rp61 juta hingga Rp105 juta, sehingga PT. XYZ diharapkan mampu meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan melalui pengelolaan pengetahuan yang lebih terintegrasi. | |
| dc.description.abstract | The plastic distribution industry in Indonesia is a strategic sector that continues to grow, with a market value of USD 8.3 billion in 2025 and projected to reach USD 14.1 billion by 2034. However, this growth has not been matched by improvements in national logistics performance, which instead declined in the Logistics Performance Index ranking from 46th place in 2018 to 61st out of 139 countries in 2023. This condition requires distribution companies to become increasingly adaptive to supply chain disruptions, raw material price fluctuations, and shifting market demand. One company positioned at the center of these challenges is PT. XYZ, a plastic distributor operating in East Jakarta that bridges plastic raw material producers with manufacturing end-users in the Jakarta area and its surroundings.
Facing increasingly complex operational challenges, PT. XYZ is required to manage its organizational knowledge more systematically so that employees can adapt quickly. One approach believed to be effective is the implementation of knowledge management based on the SECI model by Nonaka and Takeuchi (1995), which consists of four processes: Socialization, Externalization, Combination, and Internalization. Building on this background, the study aims to analyze the existing condition of employee performance and knowledge management implementation at PT. XYZ, identify the factors from the SECI model that influence employee performance, and design an effective knowledge management implementation scenario through a scenario planning approach.
This research employed a mixed-methods approach involving 58 employees of PT. XYZ as respondents. The data were analyzed through descriptive statistics to capture the existing condition, Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) using SmartPLS 4.0 to examine the influence of the four SECI elements on employee performance, and TAIDA analysis (Tracking, Analyzing, Imaging, Deciding, Acting) to formulate strategic scenarios.
Descriptive analysis results show that all SECI elements and employee performance fall into the high category, with Internalization obtaining the highest average score (3.994) and Externalization the lowest (3.546). These findings indicate that PT. XYZ employees are relatively strong in absorbing and applying knowledge through training and hands-on practice, but still weak in documenting tacit knowledge into explicit forms such as SOPs and written guidelines. Further SEM-PLS testing revealed that among the four knowledge management elements tested, only Internalization had a positive and significant effect on employee performance (path coefficient 0.410; p-value 0.032), while Socialization, Externalization, and Combination showed no significant effect. The overall research model was able to explain 87 percent of the variance in employee performance (R² = 0.870).
Based on these findings, the TAIDA analysis produced three alternative scenarios: Business as Usual, Knowledge Sharing Improvement, and Integrated Knowledge Management. The Integrated Knowledge Management scenario is recommended as the most suitable for PT. XYZ, as it systematically strengthens Socialization, Externalization, and Combination to complement the already-proven significance of Internalization. In terms of managerial implications, PT. XYZ is advised to prioritize strengthening Internalization through post-training evaluation and a culture of self-reflection, while also improving knowledge documentation, encouraging more structured knowledge sharing, and developing an integrated knowledge repository system. Implementation is recommended to be carried out gradually over three phases across twelve months, with an estimated total budget requirement of Rp61 million to Rp105 million, so that PT. XYZ can achieve sustainable improvement in employee performance through more integrated knowledge management. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Perencanaan Skenario Penerapan Manajemen Pengetahuan dalam Meningkatka Kinerja Karyawan | id |
| dc.title.alternative | Scenario Planning for Knowledge Management Implementation in Improving Employee Performance at PT. XYZ | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | kinerja karyawan | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen pengetahuan | id |
| dc.subject.keyword | Model SECI | id |
| dc.subject.keyword | Perencanaan Skenario | id |
| dc.subject.keyword | SEM-PLS; TAIDA | id |
| dc.subtype | Theses | |