| dc.contributor.advisor | Indahwati | |
| dc.contributor.advisor | Aidi, Muhammad Nur | |
| dc.contributor.author | Rifaldi, Destriana Aulia | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-15T04:19:20Z | |
| dc.date.available | 2026-08-15T04:19:20Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179344 | |
| dc.description.abstract | Biclustering merupakan metode pengelompokan dua dimensi yang mampu
mengidentifikasi kelompok objek dan peubah secara simultan dalam suatu matriks
data. Metode clustering konvensional umumnya melakukan pengelompokan objek
atau peubah secara terpisah berdasarkan keseluruhan peubah atau objek yang
tersedia. Biclustering mampu menemukan subkelompok objek yang memiliki pola
serupa hanya pada sebagian peubah tertentu sehingga dapat mengungkap pola lokal
yang tidak selalu terlihat melalui metode pengelompokan konvensional.
Kemampuan tersebut menjadikan biclustering banyak digunakan pada data
berdimensi tinggi dan heterogen, termasuk dalam bidang bioinformatika, ekonomi,
kesehatan, dan ilmu sosial. Penerapan biclustering pada data Sustainable
Development Goals (SDGs) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelompok
negara yang memiliki pola capaian serupa pada peubah pembangunan tertentu.
Algoritme biclustering memiliki karakteristik dan mekanisme pembentukan
bicluster yang berbeda. Algoritme Cheng & Church (CC) dirancang untuk data
numerik kontinu dengan menggunakan Mean Squared Residue (MSR) sebagai
ukuran koherensi internal bicluster. Algoritme tersebut mencari submatriks dengan
pola yang relatif koheren berdasarkan nilai residue yang rendah. Algoritme
BCBimax merupakan algoritme yang bekerja pada data biner dan dikembangkan
dari algoritme Bimax untuk menemukan bicluster yang bersifat inklusi maksimal.
Penerapan BCBimax memerlukan proses binarisasi sehingga hasil biclustering
dipengaruhi oleh representasi biner dan pemilihan threshold. Perbedaan
karakteristik tersebut dapat menyebabkan Cheng & Church dan BCBimax
memberikan hasil yang berbeda ketika diterapkan pada kondisi data yang berbeda.
Evaluasi
kinerja
algoritme
biclustering perlu mempertimbangkan
karakteristik data yang digunakan. Penelitian sebelumnya banyak menggunakan
data simulasi yang mengikuti distribusi normal dengan struktur bicluster tanpa
overlap. Kondisi tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan data nyata yang
dapat memiliki distribusi tidak simetris, rentang nilai terbatas, serta struktur overlap
antar-bicluster. Distribusi data background dapat memengaruhi kemampuan
algoritme dalam membedakan pola bicluster dari pola yang terdapat pada data latar.
Struktur overlap juga meningkatkan kompleksitas karena objek atau peubah
tertentu dapat menjadi bagian dari lebih dari satu bicluster. Kondisi multidistribusi
dan overlap menjadi aspek penting dalam mengevaluasi kemampuan algoritme
biclustering secara lebih komprehensif.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja algoritme Cheng & Church dan
BCBimax pada data simulasi dengan karakteristik distribusi background dan
tingkat overlap yang berbeda. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui pengaruh
serta interaksi antara algoritme, distribusi data, dan tingkat overlap terhadap kinerja
biclustering. Penerapan kedua algoritme pada data empiris SDGs dilakukan untuk
mengidentifikasi pola kelompok negara dan peubah pembangunan berkelanjutan
yang dihasilkan oleh masing-masing algoritme.
Data simulasi dibangkitkan menggunakan matriks background berukuran
50 × 50 dengan tiga karakteristik distribusi Beta, yaitu Beta(5,5), Beta(2,5), dan
Beta(5,2). Distribusi Beta(5,5) digunakan untuk merepresentasikan distribusi yang
relatif simetris, sedangkan Beta(2,5) dan Beta(5,2) merepresentasikan distribusi
menjulur ke kanan dan menjulur ke kiri. Bicluster disisipkan ke dalam matriks
background dan digunakan sebagai ground truth dalam proses evaluasi. Tingkat
overlap yang digunakan terdiri atas 0%, 20%, dan 50% untuk merepresentasikan
kondisi tanpa tumpang tindih hingga kondisi dengan area irisan yang lebih luas.
Setiap kombinasi algoritme, distribusi, dan tingkat overlap diulang sebanyak 100
kali.
Kinerja algoritme pada data simulasi dievaluasi menggunakan Average
Squared Residue (ASR) dan Indeks Jaccard. ASR digunakan untuk mengevaluasi
tingkat koherensi internal bicluster yang dihasilkan oleh algoritme. Indeks Jaccard
digunakan untuk mengukur kesesuaian antara bicluster hasil algoritme dan ground
truth. Pengaruh algoritme, distribusi, dan tingkat overlap dianalisis menggunakan
ANOVA tiga arah. Interaksi antara faktor-faktor tersebut digunakan untuk
mengetahui apakah pengaruh suatu faktor terhadap kinerja biclustering bergantung
pada faktor lainnya. Plot interaksi digunakan untuk memperjelas pola perubahan
kinerja algoritme pada berbagai karakteristik distribusi dan tingkat overlap.
Hasil simulasi menunjukkan adanya interaksi antara algoritme, distribusi data
background, dan tingkat overlap terhadap kinerja biclustering. Interaksi tiga faktor
tersebut menunjukkan bahwa perubahan kinerja algoritme pada suatu tingkat
overlap bergantung pada karakteristik distribusi background yang digunakan.
Perubahan tingkat overlap tidak menghasilkan pola kinerja yang sama pada seluruh
distribusi dan algoritme. Interaksi antara algoritme dan distribusi juga menunjukkan
bahwa pola kinerja Cheng & Church dan BCBimax berbeda pada karakteristik
distribusi background yang berbeda. Plot interaksi memperlihatkan perubahan nilai
respons kedua algoritme pada setiap distribusi, dengan pola garis yang
menunjukkan adanya perubahan perbedaan kinerja antaralgoritme. Garis yang tidak
sejajar menunjukkan bahwa pengaruh algoritme terhadap kinerja tidak sama pada
seluruh distribusi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat satu algoritme
yang secara konsisten memberikan kinerja terbaik pada seluruh kombinasi kondisi
simulasi. Evaluasi algoritme biclustering perlu mempertimbangkan interaksi antara
algoritme, distribusi data, dan tingkat overlap secara bersamaan.
Data empiris yang digunakan merupakan data SDGs tahun 2024 yang terdiri
atas 167 negara dan 17 peubah. Tahap praproses meliputi penanganan nilai hilang
menggunakan Multiple Imputation by Chained Equations (MICE), standarisasi
menggunakan transformasi z-score, serta proses binarisasi sesuai karakteristik
distribusi data untuk penerapan BCBimax. Data hasil praproses digunakan untuk
membentuk bicluster menggunakan algoritme Cheng & Church dan BCBimax.
Hasil biclustering digunakan untuk mengidentifikasi kelompok negara yang
memiliki pola capaian serupa pada peubah SDGs tertentu.
Penerapan algoritme Cheng & Church menghasilkan tujuh bicluster dengan
cakupan negara yang relatif lebih luas. Struktur tersebut memungkinkan identifikasi
pola capaian SDGs pada kelompok negara yang lebih besar berdasarkan nilai
numerik kontinu. Algoritme BCBimax menghasilkan 38 bicluster dengan ukuran
dan cakupan yang lebih spesifik serta relatif lebih homogen. Representasi data
dalam bentuk biner memungkinkan BCBimax membentuk kelompok negara yang
memiliki pola kategori capaian yang lebih seragam pada peubah tertentu.
Karakteristik tersebut membuat BCBimax mampu mengidentifikasi pola lokal yang
lebih spesifik pada kelompok negara dan peubah tertentu. Perbedaan jumlah,
cakupan, dan homogenitas bicluster menunjukkan bahwa kedua algoritme
memberikan karakteristik hasil yang berbeda dalam mengungkap pola pada data
SDGs.
Kesamaan hasil Cheng & Church dan BCBimax berdasarkan Indeks Jaccard
sebesar 32,40% menunjukkan bahwa kedua algoritme mengidentifikasi sebagian
pola yang sama, tetapi juga menghasilkan struktur bicluster yang berbeda.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan mekanisme pembentukan bicluster dan bentuk
representasi data yang digunakan oleh masing-masing algoritme. Cheng & Church
mempertahankan informasi numerik kontinu dalam proses pembentukan bicluster,
sedangkan BCBimax menggunakan representasi biner sehingga pola yang
terbentuk didasarkan pada kesamaan kategori hasil binarisasi. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa Cheng & Church lebih memberikan gambaran pola dengan
cakupan yang lebih luas, sedangkan BCBimax lebih menonjolkan pola lokal yang
spesifik dan relatif homogen.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik
distribusi data dan interaksinya dengan algoritme merupakan aspek penting dalam
evaluasi kinerja biclustering. Tingkat overlap juga perlu dipertimbangkan karena
perubahan struktur tumpang tindih dapat memengaruhi kemampuan algoritme
dalam mengidentifikasi bicluster. Penerapan pada data SDGs menunjukkan bahwa
Cheng & Church dan BCBimax mampu mengungkap pola dengan karakteristik
yang berbeda. Pemilihan algoritme biclustering perlu disesuaikan dengan
karakteristik data, bentuk representasi data, serta tujuan analisis agar pola hubungan
antara kelompok negara dan peubah pembangunan berkelanjutan dapat
diidentifikasi dan diinterpretasikan secara lebih tepat.
Kata kunci: Biclustering, BCBimax, Cheng & Church, Multidistribusi, Overlap | |
| dc.description.abstract | Biclustering is a two-dimensional clustering method that simultaneously
identifies groups of objects and variables within a data matrix. Conventional
clustering methods generally group objects or variables separately based on the
available variables or objects. Biclustering can identify subsets of objects that
exhibit similar patterns across selected variables, enabling the detection of local
patterns that may not be revealed by conventional clustering methods. This
capability makes biclustering useful for high-dimensional and heterogeneous data
and has led to its application in various fields, including bioinformatics, economics,
health, and social sciences. The application of biclustering to Sustainable
Development Goals (SDGs) data can be used to identify groups of countries with
similar achievement patterns across selected development variables.
Biclustering algorithms differ in their characteristics and mechanisms for
constructing biclusters. The Cheng & Church (CC) algorithm is designed for
continuous numerical data and uses the Mean Squared Residue (MSR) as a measure
of internal bicluster coherence. The algorithm searches for submatrices with
relatively coherent patterns based on low residue values. The BCBimax algorithm
operates on binary data and was developed from the Bimax algorithm to identify
inclusion-maximal biclusters. The application of BCBimax requires a binarization
process, making the resulting biclustering structure dependent on the binary
representation and threshold selection. These differences in algorithm
characteristics may result in different performance when Cheng & Church and
BCBimax are applied to different data conditions.
Evaluation of biclustering performance needs to consider the characteristics
of the underlying data. Previous studies have frequently used simulation data
following a normal distribution with non-overlapping bicluster structures. Such
conditions do not fully represent real-world data, which may exhibit asymmetric
distributions, bounded ranges, and overlapping structures among biclusters.
Background data distributions may affect the ability of an algorithm to distinguish
bicluster patterns from structures present in the background data. Overlapping
structures may also increase data complexity because particular objects or variables
may belong to more than one bicluster. Multidistribution and overlap conditions are
therefore important aspects in evaluating biclustering algorithms more
comprehensively.
This study aims to evaluate the performance of the Cheng & Church and
BCBimax algorithms on simulated data with different background distribution
characteristics and overlap levels. The study also examines the effects and
interactions among algorithm, data distribution, and overlap level on biclustering
performance. The application of both algorithms to empirical SDGs data is
conducted to identify patterns among groups of countries and sustainable
development variables generated by each algorithm.
The simulation data were generated using a 50 × 50 background matrix with
three Beta distribution characteristics, namely Beta(5,5), Beta(2,5), and Beta(5,2).
Beta(5,5) represents a relatively symmetric distribution, whereas Beta(2,5) and
Beta(5,2) represent right-skewed and left-skewed distributions, respectively.
Biclusters were embedded into the background matrix and used as the ground truth
for evaluation. The overlap levels were 0%, 20%, and 50%, representing conditions
ranging from no overlap to conditions with larger intersection areas. Each
combination of algorithm, distribution, and overlap level was replicated 100 times.
Algorithm performance on the simulation data was evaluated using the
Average Squared Residue (ASR) and the Jaccard Index. ASR was used to evaluate
the internal coherence of the biclusters generated by the algorithms. The Jaccard
Index was used to measure the agreement between the biclusters generated by the
algorithms and the ground truth. The effects of algorithm, distribution, and overlap
were analyzed using three-way ANOVA. Interactions among the factors were
examined to determine whether the effect of one factor on biclustering performance
depended on another factor. Interaction plots were used to further illustrate changes
in algorithm performance across different distribution characteristics and overlap
levels.
The simulation results showed an interaction among algorithm, background
distribution, and overlap level in determining biclustering performance. The three
way interaction indicates that changes in algorithm performance at a particular
overlap level depend on the characteristics of the background distribution. Changes
in overlap levels did not produce the same performance pattern across all
distributions and algorithms. The interaction between algorithm and distribution
also demonstrated that the performance patterns of Cheng & Church and BCBimax
differed across background distribution characteristics. The interaction plots
illustrated changes in the response values of the two algorithms across the
distributions, with line patterns indicating changes in the performance difference
between the algorithms. Non-parallel lines indicate that the effect of the algorithm
on performance is not consistent across all distributions. The findings demonstrate
that no single algorithm consistently provides the best performance across all
combinations of simulation conditions. Evaluation of biclustering algorithms
therefore needs to consider the interaction among algorithm, data distribution, and
overlap simultaneously.
The empirical data consisted of the 2024 SDGs dataset containing 167
countries and 17 variables. Data preprocessing included missing-value handling
using Multiple Imputation by Chained Equations (MICE), standardization using the
z-score transformation, and binarization according to the distribution characteristics
for the BCBimax algorithm. The preprocessed data were analyzed using the Cheng
& Church and BCBimax algorithms. The resulting biclusters were used to identify
groups of countries exhibiting similar achievement patterns across selected SDGs
variables.
The Cheng & Church algorithm produced seven biclusters with relatively
broader country coverage. This structure enabled the identification of SDGs
achievement patterns across larger groups of countries based on continuous
numerical values. The BCBimax algorithm produced 38 biclusters with more
specific sizes and coverage and relatively higher homogeneity. Binary data
representation enabled BCBimax to form groups of countries with more
homogeneous achievement categories across particular variables. This
characteristic allowed BCBimax to identify more specific local patterns among
particular groups of countries and variables. Differences in the number, coverage,
and homogeneity of the resulting biclusters demonstrate that the two algorithms
produce different characteristics in revealing patterns within the SDGs data.
The similarity between the Cheng & Church and BCBimax results based on
the Jaccard Index was 32.40%, indicating that the two algorithms identified some
common patterns while also producing different bicluster structures. These
differences are associated with the mechanisms used to construct biclusters and the
form of data representation used by each algorithm. Cheng & Church retains
continuous numerical information during bicluster construction, whereas BCBimax
uses binary representation, resulting in patterns based on similarities in the
categories obtained from binarization. The findings indicate that Cheng & Church
provides broader patterns with wider coverage, whereas BCBimax emphasizes
more specific and relatively homogeneous local patterns.
Overall, this study demonstrates that data distribution characteristics and their
interactions with the algorithm are important aspects of biclustering performance
evaluation. The level of overlap also needs to be considered because changes in
overlapping structures may affect the ability of algorithms to identify biclusters.
The application to SDGs data demonstrates that Cheng & Church and BCBimax
can reveal patterns with different characteristics. Selection of a biclustering
algorithm should consider the characteristics of the data, the form of data
representation, and the analytical objective so that patterns between groups of
countries and sustainable development variables can be identified and interpreted
appropriately.
Keywords: Biclustering, BCBimax, Cheng & Church, Multidistribution, Overlap. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | EVALUASI BICLUSTERING CHENG & CHURCH DAN BCBIMAX TERHADAP DATA MULTIDISTRIBUSI DAN OVERLAP DALAM PEUBAH SDGs | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | biclustering | id |
| dc.subject.keyword | bcbimax | id |
| dc.subject.keyword | Cheng & Church | id |
| dc.subject.keyword | Multidistribusi | id |
| dc.subject.keyword | overlap | id |
| dc.subtype | Theses | |