Peningkatan Kapasitas Antioksidan Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dengan Kulit Pisang dan Tepung Ikan
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Sabrina, Dara Nur
Laconi, Erika Budiarti
Jayanegara, Anuraga
Astuti, Dewi Apri
Metadata
Show full item recordAbstract
Larva black soldier fly (BSF) merupakan bahan pakan alternatif yang potensial karena mampu mengonversi limbah organik menjadi biomassa bernilai tinggi yang mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol. Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) merupakan limbah agroindustri yang melimpah dan kaya senyawa fenolik, namun kandungan nitrogennya yang rendah memerlukan kombinasi dengan tepung ikan untuk menyeimbangkan rasio karbon dan nitrogen pada substrat. Biofortifikasi substrat menggunakan bahan kaya antioksidan merupakan pendekatan potensial untuk meningkatkan nilai fungsional tepung larva BSF. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi kulit pisang dan tepung ikan sebagai substrat biofortifikasi terhadap performa pertumbuhan, komposisi nutrien, jumlah senyawa fenolik, dan kapasitas antioksidan larva BSF. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua tahap pemeliharaan, masing-masing lima ulangan. Pemeliharaan I menggunakan substrat tunggal berupa ransum broiler sebagai kontrol, 100% kulit pisang (KP), dan 100% tepung ikan (TI). Pemeliharaan II menggunakan formulasi campuran P0 (ransum broiler), P1 (74% KP + 26% TI), dan P2 (88% KP + 12% TI). Larva dipelihara dari umur 6 hingga 15 hari dengan feeding rate 125 mg bahan kering per ekor per hari. Kapasitas antioksidan diukur menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), ferric reducing antioxidant power (FRAP), dan 2,2'-azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) (ABTS), serta data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan yang nyata. Hasil pemeliharaan I menunjukkan bahwa substrat 100% KP menghasilkan bobot segar terendah akibat ketidakseimbangan rasio karbon dan nitrogen, namun menghasilkan kapasitas antioksidan tertinggi. Hasil pemeliharaan II menunjukkan bahwa perlakuan substrat berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter kecuali mortalitas. Perlakuan P2 menghasilkan bobot segar yang tidak berbeda nyata dengan kontrol. Kandungan lemak kasar pada P1 dan P2 jauh lebih rendah dibandingkan kontrol. Total senyawa fenolik tertinggi diperoleh pada P2, berbeda nyata dengan P1 dan P0. Kapasitas antioksidan ABTS meningkat secara proporsional seiring peningkatan proporsi kulit pisang, dengan P2 mencapai peningkatan sebesar 137,6% dibandingkan kontrol. Formulasi 88% kulit pisang dan 12% tepung ikan merupakan kombinasi terbaik yang mampu mempertahankan performa produksi larva BSF setara kontrol sekaligus menghasilkan kapasitas antioksidan tertinggi, sehingga tepung larva BSF berpotensi sebagai bahan pakan fungsional dengan kandungan lemak yang lebih rendah.
Collections
- MF - Animal Science [1366]

