| dc.description.abstract | Potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai Rp181–Rp400
triliun per tahun, tetapi realisasi penghimpunannya dibawah potensi tersebut. Wakaf uang digital menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan penghimpunan, dengan melibatkan Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh bersama teknologi digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik responden serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi intensi wakaf uang digital pada Generasi Z di Jabodetabek dengan pendekatan TAM dan variabel sosial-religiositas. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SEM-PLS dengan melibatkan 172 responden Generasi Z di Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived usefulness, kepercayaan, dan religiositas berpengaruh signifikan terhadap intensi wakaf uang digital. Selain itu, perceived usefulness dan perceived ease of use berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, sedangkan perceived ease of use berpengaruh signifikan terhadap perceived usefulness. Sementara itu, perceived ease of use dan pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi wakaf uang digital. Temuan ini menunjukkan bahwa
perceived usefulness, kepercayaan, dan religiositas merupakan faktor yang mendorong intensi wakaf uang digital pada Generasi Z. | |