Analisis Kelayakan Lokasi Budidaya Ikan Nila Salin Oreochromis niloticus dengan Sistem Wanamina di Desa Lontar, Kemiri, Tangerang
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
FINEGARA, RADEN RORO CALISTA ATHAYA
Supriyono, Eddy
Nurussalam, Wildan
Metadata
Show full item recordAbstract
RADEN RORO CALISTA ATHAYA FINEGARA. Analisis Kelayakan Lokasi Budidaya Ikan Nila Salin Oreochromis niloticus di Desa Lontar, Kemiri, Tangerang. Dibimbing oleh EDDY SUPRIYONO dan WILDAN NURUSSALAM.
Budidaya ikan nila salin (Oreochromis niloticus) dengan sistem wanamina mengintegrasikan kegiatan akuakultur dengan ekosistem mangrove sehingga memerlukan kondisi kualitas air dan kualitas tanah yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lokasi budidaya ikan nila salin dengan sistem wanamina di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang berdasarkan kualitas air dan kualitas tanah. Penelitian menggunakan metode survei pada empat stasiun pengamatan kualitas air dan tiga stasiun kualitas tanah dengan kedalaman pengambilan sampel 0, 50, dan 100 cm. Analisis kesesuaian dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan berdasarkan parameter kualitas air dan kualitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian kualitas air terdiri atas kelas S1 (sangat sesuai) pada Stasiun 1, S2 (sesuai) pada Stasiun 2 dan 3, serta S3 (kurang sesuai) pada Stasiun 4, dengan faktor pembatas berupa salinitas, alkalinitas, total ammonia nitrogen, dan nitrit. Seluruh titik pengamatan kualitas tanah untuk budidaya ikan nila salin termasuk kelas N (tidak sesuai), sedangkan kesesuaian tanah untuk mangrove berada pada kelas S3 (kurang sesuai) hingga N (tidak sesuai). Faktor pembatas utama meliputi pH tanah, C-organik, total fosfat dan potensial redoks. Lokasi penelitian berpotensi dikembangkan untuk budidaya ikan nila salin dengan sistem wanamina, namun memerlukan perbaikan kualitas tanah agar mendukung budidaya secara optimal sekaligus mempertahankan fungsi ekologis mangrove. RADEN RORO CALISTA ATHAYA FINEGARA. Land Suitability Analysis for Saline Nile Tilapia Oreochromis niloticus Aquaculture Using the Silvofishery System in Lontar Village, Kemiri District, Tangerang. Supervised by EDDY SUPRIYONO and WILDAN NURUSSALAM.
Saline Nile tilapia (Oreochromis niloticus) aquaculture using the silvofishery system integrates aquaculture practices with mangrove ecosystems and therefore requires suitable water and soil quality conditions. This study aimed to analyze the suitability of aquaculture sites for saline Nile tilapia using the silvofishery system in Lontar Village, Kemiri District, Tangerang Regency based on water and soil quality. A survey method was conducted at four water quality sampling stations and three soil sampling stations, with soil samples collected at depths of 0, 50, and 100 cm. Site suitability was evaluated using a scoring and weighting method based on water and soil quality parameters. The results showed that water quality suitability was classified as S1 (highly suitable) at Station 1, S2 (moderately suitable) at Stations 2 and 3, and S3 (marginally suitable) at Station 4. The main limiting factors were salinity, alkalinity, total ammonia nitrogen (TAN), and nitrite. All soil sampling points were classified as N (not suitable) for saline Nile tilapia aquaculture, while soil suitability for mangrove ranged from S3 (marginally suitable) to N (not suitable). The primary limiting factors were soil pH, organic carbon content, total phosphate and redox potential. The study area has the potential for the development of saline Nile tilapia aquaculture using the silvofishery system based on its water quality; however, improvements in soil quality are required to support optimal aquaculture production while maintaining the ecological functions of the mangrove ecosystem.
Collections
- UF - Aquaculture [2294]

