Show simple item record

dc.contributor.advisorDiapari, Didid
dc.contributor.advisorAbdullah, Luki
dc.contributor.authorS, Muhammad Syarif.
dc.date.accessioned2026-08-15T03:25:14Z
dc.date.available2026-08-15T03:25:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179268
dc.description.abstractSistem Ransum In Situ (SRI) yang merupakan sistem penanaman campuran berbagai spesies hijauan pakan terpilih yang ditanam dalam satu hamparan berdasarkan karakteristik agronomi dan biomassa nutrien yang diatur komposisinya dan masa panennya sesuai formula, sehingga dihasilkan campuran berbagai hijauan yang kandungan nutriennya saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan nutrien ternak sesuai status fisiologisnya. Hijauan yang ditanam pada SRI ialah rumput Urochloa hybrid cv. Mulato II dengan umur panen 40 dan 60 hari setelah pemangkasan (HSP), sedangkan Pennisetum purpureum cv Thailand dan cv Mott dipanen pada umur 30 dan 40 HSP. Penambahan Indigofera zollingeriana pada SRI berperan sebagai hijauan leguminosa sumber protein sehingga formulasi ransum yang dihasilkan lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi taraf penambahan I. zollingeriana yang berbeda terhadap fermentabilitas dan kecernaan secara in vitro, guna menentukan formulasi SRI yang optimal bagi domba breeding. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan sebagai kelompok, pengelompokan berdasarkan waktu pengambilan cairan rumen. Ransum perlakuan terdiri atas dua set ransum. Ransum set pertama (isoenergi dan isoprotein) terdiri atas lima perlakuan (R0–R4) dengan proporsi I. zollingeriana masing-masing 0, 5, 10, 15, dan 20%. Ransum set kedua (non isonergi dan non isoprotein) juga terdiri atas lima perlakuan (M0–M4) dengan proporsi I. zollingeriana masing masing 0, 10, 20, 30, dan 40%. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ransum set pertama, taraf penambahan 20% I. zollingeriana dalam SRI meningkatkan (p<0,05) pH, NH3, VFA, kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi gas total pada inkubasi 2, 4, 8, dan 12 jam. Namun tidak meningkatkan (p>0,05) produksi gas total pada 24 jam dan produksi gas metan pada seluruh waktu pengamatan. Pada ransum set kedua, peningkatan taraf penambahan I. zollingeriana dalam SRI tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap pH rumen, total VFA, konsentrasi VFA parsial, dan produksi gas metan. Namun pada taraf penambahan 10% I. zollingeriana berpengaruh nyata (p<0,05) menurunkan proporsi molar C2, meningkatkan proporsi molar C3 serta menurunkan rasio C2/C3. Sementara itu, taraf penambahan 40% I. zollingeriana pada SRI meningkatkan (p<0,01) KCBK dan KCBO serta tidak meningkatkan (p>0,05) produksi gas metan. Penambahan I. zollingeriana dalam SRI meningkatkan fermentabilitas rumen dan kecernaan in vitro pada kedua set ransum. Oleh karena itu, taraf penambahan 20% pada ransum set pertama dan 40% pada ransum set kedua direkomendasikan sebagai taraf penggunaan I. zollingeriana dalam formulasi SRI untuk domba breeding.
dc.description.sponsorshipKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEVALUASI TARAF PENAMBAHAN Indigofera zollingeriana TERHADAP FERMENTABILITAS DAN KECERNAAN In Vitro DALAM SISTEM RANSUM IN SITU (SRI)id
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordfermentabilitasid
dc.subject.keywordindigofera zollingerianaid
dc.subject.keywordin vitroid
dc.subject.keywordkecernaanid
dc.subject.keywordsistem ransum in situid
dc.subject.keywordSRIid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record