| dc.description.abstract | Perkembangan media sosial yang pesat telah mendorong perubahan strategi pemasaran dari konvensional ke digital, salah satunya melalui pemanfaatan social media influencer. Influencer tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pembentuk persepsi konsumen terhadap merek. Dalam industri parfum lokal yang semakin kompetitif, seperti HMNS, influencer digunakan sebagai strategi utama untuk membangun brand image dan mendorong purchase intention. Namun, efektivitas influencer dalam memengaruhi keputusan pembelian masih menjadi pertanyaan, khususnya apakah pengaruh tersebut terjadi secara langsung atau melalui brand image.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer Attributes terhadap Brand Image dan Purchase Intention, serta menguji peran mediasi Brand Image. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online kepada pengguna aktif Instagram yang mengenal HMNS. Analisis data dilakukan dengan metode SEM-PLS menggunakan SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer Attributes berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image dan Purchase Intention. Brand Image juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention, serta terbukti memediasi secara parsial hubungan antara Influencer Attributes dan Purchase Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh influencer tidak hanya langsung, tetapi juga melalui pembentukan citra merek.
Selain itu, pengaruh Influencer Attributes terhadap Brand Image lebih kuat dibandingkan terhadap Purchase Intention, yang mengindikasikan bahwa peran utama influencer adalah membangun persepsi merek. Dalam perspektif Signaling Theory, influencer berperan sebagai signal sender yang membentuk persepsi awal konsumen, yang kemudian diperkuat melalui Brand Image.
Implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan influencer yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki kredibilitas, daya tarik, dan kesesuaian dengan identitas merek. Perusahaan perlu memfokuskan strategi pemasaran tidak hanya pada peningkatan awareness, tetapi juga pada pembangunan brand image yang kuat dan konsisten. Selain itu, pengembangan konten yang autentik, emosional, dan interaktif perlu ditingkatkan untuk memperkuat keterlibatan konsumen. Strategi pemasaran juga perlu diintegrasikan dengan pendekatan segmentasi, targeting, dan positioning (STP), serta bauran pemasaran (7P) guna meningkatkan efektivitas komunikasi dan daya saing merek di pasar. | |