Show simple item record

dc.contributor.advisorBengen, Dietriech Geoffrey
dc.contributor.advisorRastina
dc.contributor.advisorAdriani
dc.contributor.authorPutri, Wulantika Irza Savira
dc.date.accessioned2026-08-14T15:54:38Z
dc.date.available2026-08-14T15:54:38Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179125
dc.description.abstractEkosistem lamun merupakan komponen penting perairan pesisir karena berfungsi sebagai produsen primer, habitat biota, perangkap dan penstabil sedimen, serta penghubung siklus bahan organik dan unsur hara. Pulau Enggano, perbedaan keterbukaan terhadap Samudera Hindia, karakteristik sedimen, dan fase pasang surut membentuk heterogenitas habitat yang berpotensi memengaruhi kondisi padang lamun dan komunitas fitoplankton. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi spasial kondisi ekosistem lamun, karakteristik sedimen dan kualitas perairan; mendeskripsikan variasi nutrien, klorofil-a dan struktur komunitas fitoplankton antarstasiun serta pada kondisi pasang dan surut; dan mengevaluasi keterkaitan antar-komponen tersebut sebagai indikator proses produktif perairan pesisir. Penelitian dilaksanakan pada September 2024 di tujuh stasiun. Pengamatan lamun dilakukan menggunakan transek garis dan kuadrat 0,5m × 0,5m. Suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut diukur in situ, sedangkan sedimen, nitrat, ortofosfat, dan klorofil-a dianalisis di laboratorium. Fitoplankton dikoleksi menggunakan plankton net 30 µm dan diidentifikasi sampai tingkat genus. Struktur komunitas dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, keseragaman, dan dominansi. Pola keterkaitan multivariat dieksplorasi menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Delapan spesies lamun ditemukan, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, dan Syringodium isoetifolium. Tutupan total lamun yang dilaporkan berkisar 19,73-88,03%, sedangkan kerapatan berkisar 239-707 tegakan m². Sedimen bervariasi dari dominasi pasir halus dan lanau hingga pasir sedang. Suhu berkisar 30,2-33,3 °C, salinitas 27,7-38,0, pH 7,1-8,4, dan oksigen terlarut 7,0-12,9 mg L?¹. Nitrat pada kondisi pasang berkisar dari <0,015 hingga 0,216 mg L?¹ karena satu nilai berada di bawah batas deteksi metode (0,015 mg L?¹), sedangkan pada kondisi surut berkisar 0,016-0,215 mg L?¹. Ortofosfat berkisar 0,010-0,062 mg L?¹ saat pasang dan 0,020-0,064 mg L?¹ saat surut. Klorofil-a berkisar 0,274-1,736 µg L?¹ saat pasang dan 0,002-1,087 µg L?¹ saat surut. Komunitas fitoplankton didominasi Bacillariophyceae, dengan keanekaragaman rendah sampai sedang. PCA menunjukkan adanya gradien habitat yang mengaitkan karakteristik sedimen dan kualitas perairan dengan pola nutrien, klorofil-a, serta indikator komunitas fitoplankton. Klorofil-a digunakan sebagai proksi biomassa fitoplankton, sedangkan jumlah organisme hasil pencacahan diperlakukan sebagai data komposisi relatif karena satuan kelimpahan absolut belum dapat distandardisasi. Laju fotosintesis atau fiksasi karbon tidak diukur secara langsung, penelitian ini tidak mengestimasi laju produktivitas primer; klorofil-a dan komunitas fitoplankton hanya digunakan sebagai indikator proses produktif.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKETERKAITAN EKOSISTEM LAMUN DENGAN BIOMASSA FITOPLANKTON DAN INDIKATOR PRODUKTIVITAS PRIMER DI PESISIR PULAU ENGGANO, BENGKULUid
dc.title.alternativeTHE RELATIONSHIP BETWEEN SEAGRASS ECOSYSTEM, PHYTOPLANKTON BIOMASS, AND INDICATOR OF PRIMARY PRODUCTIVITY IN THE COASTAL WATERS OF ENGGANO ISLAND, BENGKULU
dc.typeTesis
dc.subject.keywordfitoplanktonid
dc.subject.keywordklorofil-aid
dc.subject.keywordlamunid
dc.subject.keywordnutrienid
dc.subject.keywordPulau Engganoid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record