Profil Karakteristik Susu dan Termoregulasi Sapi Perah terhadap Kejadian Mastitis Subklinis pada Sistem Kandang Closed dan Open House
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Kamil, Muhammad Irsyad
Zahra, Windi Al
Tarigan, Ronald
Tarigan, Ronald
Metadata
Show full item recordAbstract
Konsumsi susu global dan nasional setiap tahunnya semakin meningkat,
namun produksi susu nasional masih belum dapat memenuhi konsumsi susu
nasional. Perlu adanya peningkatan produksi susu nasional dalam memenuhi
kebutuhan nasional. Salah satu yang memengaruhi produktivitas sapi perah
diantaranya kondisi lingkungan dan kesehatan ternak seperti mastitis subklinis.
Salah satu strategi dalam peningkatan produksi susu dan berpotensi terhadap
kesehatan ternak dengan penerapan sistem kandang closed house (CH). Namun,
penelitian mengenai profil susu dan respon termoregulasi terhadap kejadian mastitis
subklinis pada peternakan rakyat sistem kandang CH masih terbatas. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan menganalisis profil karakteristik susu dan termoregulasi
sapi perah terhadap kejadian mastitis subklinis pada sistem kandang CH dan open
house (OH).
50 ekor sapi perah laktasi (4-6 bulan pasca melahirkan) diamati pada kedua
sistem kandang (CH dan OH). Parameter yang diamati meliputi produksi susu,
kejadian mastitis subklinis, kualitas susu meliputi jumlah sel somatik (JSS) dan
komposisi susu (lemak, protein, laktosa, solid-non-fat (SNF), dan densitas), serta
respon termoregulasi meliputi suhu rektal, denyut jantung, laju respirasi, dan suhu
permukaan bagian tubuh (ambing, muzzle, mata, kuping, dan perianal). Produksi
susu, JSS, dan komposisi susu terhadap tingkatan derajat keparahan mastitis
subklinis dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut
Duncan. Uji T-test tidak berpasangan digunakan untuk membandingkan produksi
susu, kualitas susu (JSS dan komposisi susu), dan respon termoregulasi antar kedua
sistem kandang (CH dan OH).
Hasil penelitian menunjukkan produksi susu sapi perah pada sistem kandang
CH lebih tinggi signifikan dibandingkan dengan OH (P<0,05). Kejadian mastitis
subklinis CH cenderung lebih rendah dibandingkan dengan OH. JSS meningkat
signifikan terhadap tingkatan derajat keparahan mastitis subklinis pada kedua
sistem kandang (P<0,05), dengan rerata JSS pada CH lebih rendah signifikan
dibandingkan dengan OH (P<0,05). Komposisi susu (lemak, protein, laktosa, dan
SNF) menurun signifikan terhadap tingkatan derajat keparahan mastitis subklinis
pada kedua sistem kandang (P<0,05). Respon termoregulasi (suhu rektal, denyut
jantung, laju respirasi, dan suhu permukaan bagian tubuh (muzzle, mata, kuping,
dan perianal) tidak berbeda signifikan terhadap tingkatan kejadian mastitis
subklinis (P>0,05), kecuali suhu permukaan bagian ambing berbeda signifikan
terhadap tingkatan kejadian mastitis subklinis pada kedua sistem kandang (P<0,05).
Sistem kandang berpengaruh terhadap produksi susu pada peternakan sapi perah.
Tingkatan derajat keparahan mastitis subklinis berpengaruh terhadap JSS,
komposisi susu meliputi lemak, protein, laktosa, dan SNF. Tingkat kejadian
mastitis subklinis berpengaruh terhadap suhu permukaan bagian ambing sapi perah. Global and national milk consumption continues to rise each year, yet
domestic milk production still cannot meet domestic demand. An increase in
domestic milk production is needed to meet national needs. Factors affecting dairy
cow productivity include environmental conditions and livestock health issues such
as subclinical mastitis. One strategy for increasing milk production that also has the
potential to improve livestock health is the implementation of a closed-house (CH)
housing system. However, research on milk profiles and thermoregulatory
responses related to subclinical mastitis in smallholder farms using the CH system
remains limited. Therefore, this study aims to analyze milk characteristic profiles
and thermoregulatory in dairy cows in relation to subclinical mastitis in both the
CH and open-house (OH) housing systems.
A total of 50 mid lactation dairy cows (4-6 month postpartum) housed in CH
and OH were evaluated. The measured variables included milk production,
subclinical mastitis incidence, milk quality (somatic cell count (SCC) and milk
composition), and thermoregulatory responses, including rectal temperature, heart
rate, respiration rate, and surface temperatures of the udder, muzzle, eye, ear, and
perianal region. Data were analysed using one-way ANOVA followed by Duncan's
multiple range test. Independent T-tests were used to compare milk production,
SCC, milk composition, and thermoregulatory responses between housing systems.
The results showed that the milk production was significantly higher in the
CH than in the OH (P<0,05), whereas the incidence of subclinical mastitis tended
to be lower in CH. SCC increased significantly with increasing serevity subclinical
mastitis level (P<0,05) and remained significantly lower in CH than in OH
(P<0,05). Milk fat, protein, lactose, and solid-not-fat (SNF) contents declined
significantly as serevity subclinical mastitis level increased (P<0,05).
Thermoregulatory responses not significantly to incidence of subclinical mastitis
level (P>0,05), udder surface temperature also increased with incidence of
subcklinical mastitis level, particularly in cows under housed system (P<0,05).
Overall, the housing system influenced milk production, whearas serevity
subclinical mastitis level affected SCC and milk composition. The incidence of
subclinical mastitis level affected udder surface temperature in lactating dairy cows.
Collections
- MF - Animal Science [1366]

