Karakteristik dan Kimnematik Sperma Semen Segar dan Semen Beku Ayam Sensi Agrinak dan Gaosi-1 Agrinak
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
FAUZAN, MUHAMMAD
Sumantri, Cece
Darwati, Sri
Arifiantini, R. Iis
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati ayam lokal yang berlimpah dengan keunggulan masing-masing seperti morfologis, adaptif, dan produktivitas. Keragaman genetik ini merupakan modal penting dalam pengembangan program pemuliaan unggas nasional. Balai Penelitian Ternak (Balitnak) melalui program Agrinak telah menghasilkan dua galur ayam lokal pedaging unggulan, yaitu ayam Sentul Terseleksi (Sensi) Agrinak, hasil seleksi selama enam generasi (F6) dari ayam Sentul asal Ciamis provinsi Jawa Barat, berdasarkan bobot badan tertinggi umur 10 minggu ayam Sensi Agrinak dapat mencapai 1,015–1,051 g/ekor, dan ayam Gaok Terseleksi (Gaosi)-1 Agrinak mencapai 1,076 g/ekor pada umur 10 minggu. Ayam Gaosi-1 Agrinak merupakan ayam dwiguna (pedaging dan petelur) hasil pengembangan ayam gaok asal Bangkalan provinsi Jawa Timur. Program inseminasi buatan (IB) menggunakan semen beku merupakan metode penting untuk program konservasi sumber daya genetik unggas, meskipun proses kriopreservasi dapat menyebabkan kerusakan struktur dan metabolisme sperma.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat keunggulan dan menguji karakteristik makroskopis, mikroskopis, dan kinematik sperma semen segar dan sperma semen beku ayam Sensi Agrinak dan ayam Gaosi-1 Agrinak, serta menguji daya tahan hidup (recovery rate) sperma semen beku kedua galur ayam. Evaluasi makroskopis meliputi (volume, warna, konsistensi, dan pH), sedangkan evaluasi mikroskopis mencakup (motilitas, viabilitas, abnormalitas dan Konsentrasi), dan kinematik sperma menggunakan computer-assisted sperm analysis (CASA) portable. Pewarnan eosin-nigrosin digunakan untuk evaluasi viabilitas dan abnormalitas sperma, sel sperma yang mati menyerap pewarna eosin-nigrosin. Semen dibekukan menggunakan pengencer RL-KT dengan 5% dimethyl sulfoxide (DMSO), dikemas dalam ministraw, diekuilibrasi selama dua jam, dan dibekukan dalam cairan nitrogen. Kualitas semen adalah faktor penting dalam keberhasilan reproduksi ayam lokal, namun informasi mengenai keunggulan karakteristik semen segar ayam Sensi Agrinak dan Gaosi-1 Agrinak masih sangat terbatas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume semen segar ayam Gaosi-1 Agrinak secara nyata lebih tinggi dibandingkan ayam Sensi Agrinak (0,88 ± 0,07 vs. 0,57 ± 0,05 mL P < 0,01). Kualitas semen beku post-thawing ayam Gaosi-1 Agrinak lebih unggul, dengan total motilitas (35,60 ± 1,27% vs. 32,11 ± 0,76%; P<0,05), motilitas progresif (27,67 ± 2,18% vs. 20,62 ± 1,34%, P < 0,01), dan nilai STR (0,80 ± 0,02 vs. 0,73 ± 0,02, P < 0,05) yang lebih baik, mengindikasikan lintasan sperma yang lebih efisien dan berpotensi memiliki fertilitas lebih tinggi. Viabilitas dan abnormalitas sperma post-thawing serta recovery rate tidak berbeda antar galur. Temuan ini menunjukkan bahwa semen ayam Gaosi-1 Agrinak memiliki kemampuan kriopreservasi lebih baik dan lebih disarankan untuk program inseminasi buatan.
Collections
- MF - Animal Science [1379]

