Pengaruh Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan, Pembungaan, dan Produksi Minyak Atsiri African Marigold (Tagetes erecta L.)
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
SILITONGA, KEZIA SANTA DEBY
Kurniawati, Ani
Syukur, Muhamad
Metadata
Show full item recordAbstract
Upaya pengurangan input kimia pada budidaya marigold (Tagetes erecta L.) diperlukan untuk mewujudkan produksi hortikultura yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsorsium pupuk hayati terhadap pertumbuhan, fenologi pembungaan, hasil bunga, dan minyak atsiri marigold varietas Garuda. Penelitian telah dilaksanakan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal dengan empat perlakuan: kontrol (100% pupuk kimia), mikoriza tunggal, plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) tunggal, serta kombinasi mikoriza dan PGPR, dengan dosis pupuk kimia dikurangi sebesar 33,3% pada perlakuan bioinokulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi mikoriza dan PGPR secara konsisten memberikan performa terbaik pada tinggi tanaman (71,26 cm), jumlah bunga (11,2 kuntum/tanaman), diameter bunga (85,38 mm), dan bobot panen (1.203,21 g/petak), serta mempercepat pemekaran bunga. Perlakuan mengandung mikoriza terbukti mampu menunda penuaan kelopak bunga. Pada karakteristik minyak atsiri, perlakuan kombinasi menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 0,44% pada fase mekar penuh dengan profil warna Vivid Orange Yellow. Disimpulkan bahwa konsorsium mikoriza dan PGPR berhasil mensubstitusi 33,3% pupuk kimia tanpa menurunkan kuantitas hasil dan mutu minyak atsiri marigold. Reducing chemical inputs in marigold (Tagetes erecta L.) cultivation is required to establish sustainable horticultural production. This study was aimed at evaluating the effects of biofertilizer consortiums on the growth, flowering phenology, flower yield, and essential oil of marigold var. Garuda. The experiment was conducted using a single-factor Randomized Complete Block Design with four treatments: control (100% chemical fertilizer), single mycorrhiza, single plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR), and a mycorrhiza-PGPR combination, with chemical fertilizer reduced by 33.3% across all bioinoculant treatments. The combination treatment was demonstrated to yield the highest performance in plant height (71.26 cm), flower count (11.2 florets/plant), flower diameter (85.38 mm), harvest weight (1,203.21 g/plot), and accelerated flower blooming. Mycorrhizal treatments were shown to delay ray floret senescence. Furthermore, the combination treatment yielded the highest essential oil percentage (0.44%) at full bloom with a Vivid Orange Yellow color profile. In conclusion, the mycorrhiza and PGPR consortium was successfully shown to substitute 33.3% of chemical fertilizer inputs without compromising the flower yield or essential oil quality of marigold.

