Desain dan Kinerja Bangunan Resapan dalam Penerapan Sistem Zero Run-off di Kompleks Dramaga Cantik
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Rivaldo, Napitupulu Yosefino
Setiawan, Budi Indra
Saptomo, Satyanto Krido
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan luas permukaan kedap air akibat perkembangan kawasan permukiman menyebabkan berkurangnya kemampuan infiltrasi tanah sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan potensi genangan. Kondisi tersebut terjadi di Kompleks Dramaga Cantik, Kabupaten Bogor, sehingga diperlukan upaya pengelolaan limpasan yang tidak hanya mengandalkan sistem drainase konvensional, tetapi juga menerapkan konsep konservasi air melalui sistem Zero Run-off (ZROS). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi drainase eksisting, mengidentifikasi lokasi dan besarnya genangan, merancang bangunan resapan dalam penerapan ZROS, serta mengevaluasi efektivitas sistem tersebut dalam mengurangi limpasan permukaan. Penelitian dilakukan menggunakan analisis hidrologi, pengujian infiltrasi lapangan, pemodelan hidraulik dengan PCSWMM, serta analisis neraca air (water balance).
Hasil analisis hidrologi menunjukkan bahwa distribusi Log-Pearson Tipe III merupakan distribusi yang paling sesuai untuk analisis curah hujan rencana. Simulasi PCSWMM menggunakan curah hujan rencana sebesar 129 mm mengidentifikasi empat titik genangan, yaitu pada junction TB1, TB2, TB4, dan TB5, dengan volume genangan masing-masing sebesar 7 m3, 12 m3, 25 m3, dan 41 m3. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dirancang sistem ZROS berupa kombinasi sumur resapan berdiameter 0,8 m dan kedalaman 1,5 m yang dipadukan dengan tangki Rainwater Harvesting (RWH) berkapasitas 1 m3. Penerapan sistem pada kawasan penelitian diperkirakan memerlukan 187 unit ZROS dengan estimasi biaya konstruksi sekitar Rp7.000.000,00 untuk setiap unit sistem.
Evaluasi kinerja menunjukkan bahwa kombinasi sumur resapan dan tangki RWH mampu mengelola limpasan air hujan secara efektif. Pada kejadian hujan dengan curah hujan 18,8 mm, sistem berhasil mencapai kondisi zero run-off dengan efektivitas 100%, sedangkan pada curah hujan sedang, lebat, dan ekstrem, sistem masih mampu mereduksi limpasan dengan efektivitas 29% -80%. Volume air yang dapat ditampung dan diinfiltrasikan oleh sistem zero run-off mencapai 2,689 m3 pada setiap kejadian hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem ZROS efektif menampung dan meresapkan sekitar 25-100% limpasan air hujan dari atap rumah, sehingga mampu mengurangi beban sistem drainase, menekan potensi genangan, serta mendukung konservasi sumber daya air melalui peningkatan imbuhan air tanah. The expansion of impervious surfaces due to residential development has reduced soil infiltration capacity, resulting in increased surface runoff and a higher risk of urban flooding. This condition has occurred in Dramaga Cantik Residence, Bogor Regency, highlighting the need for stormwater management strategies that integrate conventional drainage systems with water conservation practices through the implementation of a Zero Run-off System (ZROS). This study aimed to evaluate the existing drainage system, identify the location and magnitude of inundation, design infiltration structures for ZROS implementation, and assess the effectiveness of the proposed system in reducing surface runoff. The research integrated hydrological analysis, field infiltration testing, hydraulic modeling using PCSWMM, and water balance analysis.
The hydrological analysis indicated that the Log-Pearson Type III distribution was the most appropriate method for estimating design rainfall. PCSWMM simulation using a 129 mm design rainfall identified four inundation points at junctions TB1, TB2, TB4, and TB5, with flood volumes of 7 m3, 12 m3, 25 m3, and 41 m3, respectively. Based on these findings, a Zero Run-off System consisting of an infiltration well with a diameter of 0.8 m and a depth of 1.5 m, combined with a 1 m3 Rainwater Harvesting (RWH) tank, was designed. The proposed implementation requires 187 ZROS units, with an estimated construction cost of approximately IDR 7,000,000 for each system.
The performance evaluation demonstrated that the combined infiltration well and RWH tank effectively controlled stormwater runoff. Under rainfall depths of 18.8 mm, the system successfully achieved 100% zero runoff, while under a moderate, heavy, and extreme rainfall event, it still reduced runoff with an effectiveness of 29-80%. The zero run-off system was capable of storing and infiltrating up to 2.689 m3 of stormwater during each rainfall event. Overall, the proposed Zero Run-off System effectively retained and infiltrated approximately 25–100% of rooftop runoff, thereby reducing the hydraulic load on the drainage network, minimizing flood potential, and supporting groundwater recharge as part of sustainable urban stormwater management.
Collections
- MF - Agriculture Technology [2548]

