Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Benyawakan, Kemiri, Tangerang
Abstract
Benyawakan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang merupakan kawasan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan nila karena memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun dan didukung oleh kondisi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan budidaya. Namun, produktivitas budidaya dapat terhambat apabila kualitas air dan tanah tidak sesuai dengan kebutuhan ikan
nila. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kualitas air dan kualitas tanah sebagai dasar penentuan kelayakan lahan budidaya ikan nila di Benyawakan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Analisis dilakukan melalui pengukuran parameter kualitas air dan tanah yang kemudian dinilai menggunakan metode indeks kesesuaian berdasarkan sistem pembobotan dan skoring. Hasil menujukkan bahwa indeks didominasi dengan kurang sesuai (S3) sebesar 81,82% dari keseluruhan titik sampel. Kualitas air pada stasiun 1 cukup sesuai (S2) namun stasiun 2 kurang sesuai (S3). Kualitas tanah pada keseluruhan titik kurang sesuai (S3) kecuali pada titik T3 kedalaman 50 cm cukup sesuai (S2). Faktor pembatas utama meliputi alkalinitas, COD, TAN, pH tanah, kandungan Corganik, dan P-total. Benyawakan, Kemiri District, Tangerang Regency, is a potential area for the development of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) aquaculture due to the availability of water resources and land suitable for aquaculture activities. However, aquaculture productivity may be constrained if water and soil conditions do not meet the environmental requirements of Nile tilapia. Therefore, this study aimed to evaluate the suitability of water and soil quality as a basis for determining the feasibility of aquaculture land in Benyawakan, Kemiri District, Tangerang Regency. The assessment was conducted through measurements of water and soil quality parameters, which were then analyzed using a suitability index based on a weighting and scoring system. The results show that the index is dominated by less suitable (S3) at 81.82% of all sample points. Water quality at station 1 is quite suitable (S2) but station 2 is less suitable (S3). Soil quality at all points is less suitable (S3) except at point T3 at a depth of 50 cm which is quite suitable (S2). The main limiting factors include alkalinity, COD, TAN, soil pH, C-organic content, and P-total.
Collections
- UF - Aquaculture [2294]

