| dc.description.abstract | Salah satu pengendalian penyakit yang diterapkan dalam kegiatan akuakultur yaitu penggunaan antibiotik, yang dapat memicu antimicrobial resistance (AMR) jika digunakan secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat resistensi antibiotik dan patogenisitas dari bakteri yang diperoleh dari tambak udang vaname di PT Bumi Cimandala Lestari. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pengamatan reaksi bakteri terhadap antibiotik yaitu ampicillin, chloramphenicol, ciprofloxacin, dan tetracycline dengan variasi dosis 10, 20, 30, 40 dan 50 ppm melalui uji sensitivitas antibiotik dengan metode Kirby-Bauer dan Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Selama penelitian dilakukan uji patogenisitas isolat bakteri pada udang vaname dengan bobot rata-rata 1,5 ± 0,2 g melalui injeksi intramascular 0,1 mL ekor-1 dari suspensi bakteri 107 CFU mL-1. Mortalitas dan pola kematian diamati selama 7 hari untuk mengetahui tingkat virulensi bakteri uji. Genus bakteri resisten diperoleh Branhamella, Cardiobacterium, Neisseria, Veilonella, Bacillus, Listeria, dan Bacillus. Diperoleh isolat bakteri dari tambak udang vaname yang resisten dan memiliki virulensi tinggi pada udang vaname yaitu genus Branhamella dan Neisseria. | |