IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      PERBANDINGAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE: STUDI KASUS KETAPANG URBAN AQUACULTURE, TWA ANGKE KAPUK, DAN SAUNG ALAS

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (399.9Kb)
      Fulltext (2.668Mb)
      Lampiran (1.561Mb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Rafi, Salman
      Yulianto, Gatot
      Kurniawan, Fery
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ekowisata mangrove merupakan bentuk pemanfaatan ekosistem pesisir yang mengintegrasikan fungsi konservasi, pendidikan lingkungan, rekreasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pengelolaan kawasan di Indonesia menerapkan berbagai model tata kelola, yaitu berbasis pemerintah, swasta, dan masyarakat, yang memiliki perbedaan kapasitas kelembagaan, mekanisme pengambilan keputusan, pelibatan pemangku kepentingan, serta implementasi pengelolaan. Perbedaan karakteristik tata kelola tersebut berpotensi menghasilkan capaian keberlanjutan yang berbeda pada dimensi ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Kajian komparatif yang mengintegrasikan penilaian keberlanjutan multidimensi, persepsi masyarakat, dan perumusan strategi prioritas pada ketiga model tata kelola tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis status keberlanjutan, menganalisis persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kawasan, serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2025 di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, dan Saung Alas yang merepresentasikan model pengelolaan berbasis pemerintah, swasta, dan masyarakat. Status keberlanjutan dianalisis menggunakan Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) yang dimodifikasi menjadi Rapid Appraisal for Mangrove Tourism (Rap_MTourism) melalui pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) pada dimensi ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Likert dan analisis deskriptif persentase, sedangkan strategi prioritas dirumuskan menggunakan Analytic Network Process (ANP). Setiap model tata kelola menghasilkan tingkat keberlanjutan yang berbeda. TWA Angke Kapuk yang dikelola oleh pihak swasta memperoleh indeks keberlanjutan tertinggi dengan nilai ekologi 86,37, ekonomi 87,92, sosial 65,29, dan kelembagaan 84,46. KUA yang dikelola pemerintah memperoleh nilai ekologi 84,94, ekonomi 72,53, sosial 52,67, dan kelembagaan 47,91, menunjukkan kondisi ekologi yang baik, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek kelembagaan. Saung Alas yang dikelola berbasis masyarakat memperoleh nilai ekologi 29,39, ekonomi 50,81, sosial 36,83, dan kelembagaan 42,37, tantangan keberlanjutan masih dominan pada dimensi ekologi, sosial, dan kelembagaan. Analisis persepsi masyarakat memperlihatkan bahwa ketiga kawasan berada pada kategori tinggi, yaitu KUA sebesar 72,96%, Saung Alas 72,29%, dan TWA Angke Kapuk 70,89%. Persepsi masyarakat yang tinggi belum selalu sejalan dengan tingkat keberlanjutan kawasan berdasarkan hasil analisis multidimensi. Temuan tersebut menjadi dasar perumusan strategi menggunakan ANP. Dimensi ekologi menjadi kriteria prioritas dengan bobot 0,34, diikuti kelembagaan 0,29, ekonomi 0,18, dan sosial 0,12. Prioritas strategi meliputi penguatan ii konservasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove secara terpadu 0,32, penguatan tata kelola kolaboratif (0,27), penguatan ekonomi masyarakat berbasis ekowisata (0,21), serta peningkatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan (0,20). Penelitian ini menunjukkan bahwa model tata kelola berhubungan erat dengan tingkat keberlanjutan kawasan. Model pengelolaan berbasis swasta menunjukkan capaian keberlanjutan yang lebih tinggi dibandingkan model berbasis pemerintah dan masyarakat, terutama pada dimensi kelembagaan dan ekonomi. Temuan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekologi, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas kelembagaan, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka evaluasi yang mengintegrasikan analisis keberlanjutan multidimensi, persepsi masyarakat, dan strategi prioritas untuk membandingkan tiga model tata kelola ekowisata mangrove. Kerangka tersebut menjadi acuan penyusunan kebijakan dan strategi pengelolaan kawasan yang adaptif sesuai karakteristik setiap model tata kelola.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178910
      Collections
      • MF - Fisheries [3362]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository