Optimalisasi Pemanfaatan Terumbu Karang Untuk Kawasan Wisata Bahari Pulau Isa’u, Negeri Pasanea, Kabupaten Maluku Tengah.
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Letahiit, Asmarita
Yulianda, Fredinan
Yulianto, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiliki fungsi ekologis,
ekonomi, dan sosial yang penting serta berperan sebagai penunjang kegiatan wisata
bahari. Pulau Isa’u yang berada di kawasan Pulau Tujuh, Negeri Pasanea,
Kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi sumber daya terumbu karang yang
cukup besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata snorkeling dan diving.
Namun, pemanfaatan sumber daya tersebut belum dilakukan secara optimal dan
berkelanjutan. Fluktuasi jumlah wisatawan, belum adanya strategi pengelolaan
yang terintegrasi, rendahnya promosi kawasan, serta kurangnya koordinasi antar
pemangku kepentingan menjadi beberapa faktor yang memengaruhi pengelolaan
wisata bahari di kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi
pengelolaan ekosistem terumbu karang sebagai kawasan wisata bahari
berkelanjutan di Pulau Isa’u dengan mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi,
sosial, dan kelembagaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan ekologi
menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) untuk memperoleh data
tutupan karang dan Underwater Visual Census (UVC) untuk pengamatan ikan
karang. Analisis kesesuaian wisata dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian
Wisata (IKW), sedangkan daya dukung kawasan dianalisis dengan metode Daya
Dukung Kawasan (DDK). Nilai ekonomi ekosistem terumbu karang dihitung
menggunakan Travel Cost Method (TCM) dan Willingness To Pay (WTP).
Perumusan strategi pengelolaan dilakukan melalui pendekatan A’WOT, yaitu
kombinasi antara Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis SWOT yang
melibatkan para pemangku kepentingan terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Pulau Isa’u masih
berada dalam kondisi yang sesuai bagi pertumbuhan terumbu karang. Persentase
tutupan karang hidup rata-rata termasuk kategori baik, meskipun terdapat beberapa
area dengan kondisi sedang hingga buruk yang memerlukan upaya rehabilitasi.
Kesesuaian wisata menunjukkan bahwa Pulau Isa’u memiliki potensi untuk
pengembangan wisata snorkeling dan diving, dengan Area 5 sebagai lokasi paling
potensial karena sesuai untuk kedua aktivitas tersebut. Daya dukung kawasan
wisata bahari mencapai 110 orang/hari, terdiri atas 58 orang/hari untuk kegiatan
diving dan 52 orang per hari untuk kegiatan snorkeling.
Nilai ekonomi eksisting wisata berbasis ekosistem terumbu karang sebesar
Rp1.325.493.460/tahun dan berpotensi meningkat menjadi Rp48.757.701.556/
tahun apabila pemanfaatan kawasan dilakukan sesuai daya dukung kawasan. Nilai
rata-rata kesediaan membayar Expected Willingness to Pay (EWTP) wisatawan
sebesar Rp39.677,42/wisatawan, yang menunjukkan adanya kesediaan wisatawan
untuk mendukung pengelolaan dan konservasi kawasan secara berkelanjutan.
Hasil analisis A’WOT menunjukkan bahwa strategi pengelolaan terumbu
karang di Pulau Isa’u berada pada Kuadran I dengan koordinat (0,336; 0,244),
sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (SO), yaitu
memanfaatkan kekuatan internal untuk mengambil peluang eksternal. Strategi
tersebut meliputi pengembangan wisata bahari berbasis konservasi, peningkatan
promosi melalui teknologi informasi, penguatan kapasitas masyarakat dan
pengelola wisata, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta
penguatan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem
terumbu karang. Strategi tersebut diharapkan mampu mendukung pemanfaatan
sumber daya terumbu karang secara optimal sekaligus menjaga keberlanjutan
ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Collections
- MF - Fisheries [3362]

