Peningkatan kualitas daun Indigofera zollingeriana melalui pre-treatment sebagai bahan baku pada pakan ikan nila
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Azhari, M.
Fauzi, Ichsan Achmad
Setiawati, Mia
Ekasari, Julie
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri pakan terus didorong untuk lebih banyak menggunakan bahan baku
berbasis nabati dibandingkan dengan hewani. Hal ini bertujuan untuk mengurangi
penggunaan bahan baku hewani seperti tepung ikan dalam formulasi pakan ikan.
Bahan baku berbasis nabati yang umum digunakan diantaranya soybean meal dan
pollard. Kedua bahan baku tersebut merupakan sumber protein dan karbohidrat
bagi ikan. Namun, saat ini untuk memenuhi kebutuhan terhadap soybean meal dan
pollard di Indonesia masih bergantung pada hasil impor. Ketergantungan terhadap
suplai bahan baku impor menimbulkan ketidakstabilan harga pakan di pabrikan
dikarenakan adanya fluktuasi harga, berdasarkan nilai tukar rupiah yang terus
melemah. Industri pakan tidak hanya dituntut menggunakan bahan baku berbasis
nabati, tetapi juga melakukan eksplorasi bahan baku alternatif yang dapat diperoleh
dari dalam negeri.
Bahan baku nabati alternatif dapat menjadi solusi untuk mengurangi
ketergantungan pada hasil impor, salah satunya adalah daun Indigofera
zollingeriana. Akan tetapi, tantangan bahan baku berbasis nabati yakni tingginya
kandungan anti-nutritional factors (ANFs) dan serat kasar, sehingga diperlukan
peningkatan kualitas terlebih dahulu melalui pre-treatment. Tujuan penelitian ini
adalah mendapatkan pre-treatment yang tepat untuk meningkatkan kualitas daun
I. zollingeriana sehingga kecernaan bahan baku tersebut oleh ikan dapat meningkat
dan meningkatkan persentase penggunaannya di dalam formulasi pakan. Penelitian
telah dilaksanakan pada bulan September 2025 - April 2026. Penelitian ini terdiri
dari 3 tahapan, yakni Tahap 1 dilakukan pre-treatment daun I. zollingeriana (tanpa
pre-treatment, pemanasan, enzim koktail dosis 0,4 g kg-1, dan kombinasi antara
pemanasan + enzim koktail dosis 0,4 g kg-1). Pada Tahap 2 uji kecernaan dirancang
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan
tiga ulangan, yakni pakan reference diet (RD), KPT0 (tanpa pre-treatment), KPT1
(pemanasan), KPT2 (koktail dosis 0,4 g kg-1), KPT3 (pemanasan + koktail dosis
0,4 g kg-1). Pakan yang digunakan berupa pakan komersial dan bahan baku yang
sudah di pre-treatment dengan perbandingan 70:30 serta Cr2O3 sebanyak 0,6%
sebagai marker. Sedangkan pada Tahap 3 uji pertumbuhan dirancang
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan
tiga ulangan, yakni persentase berbeda di dalam formulasi pakan (IZPT 0%, 5%,
10%, 15% dan 20%). Setiap formulasi pakan pada masing-masing perlakuan sudah
dirancang isoprotein dan isoenergi.
Parameter yang diamati pada Tahap 1 meliputi proksimat lengkap, ANFs
(tanin dan saponin), fraksi serat kasar neutral detergent fiber (NDF), acid detergent
fiber (ADF), dan asam amino. Tahap 2 meliputi kecernaan nutrient, energi, bahan
baku dan total. Sedangkan pada Tahap 3 meliputi enzim pencernaan (tripsin,
kimotripsin, lipase dan amilase), morfometri usus (lebar vili, tinggi vili dan luas
area penyerapan) dan performa pertumbuhan (rasio konversi pakan (RKP), laju
pertumbuhan spesifik (LPS), jumlah konsumsi pakan (JKP), tingkat kelangsungan
hidup (TKH), rasio efisiensi protein (REP) dan retensi protein (RP)). Hasil
penelitian menunjukkan KPT3 (pemanasan + koktail dosis 0,4 kg-1) merupakan
perlakuan terbaik pada tahap uji kecernaan dengan menghasilkan nilai kecernaan
protein yang berbeda nyata (p<0,05) lebih tinggi dibandingkan (KPT0 dan KPT2,
bahkan berbeda tidak nyata (p>0,05) dengan reference diet. Pada uji pertumbuhan
persentase maksimal di dalam formulasi pakan ikan nila yakni (IZPT 15%)
dikarenakan tidak menyebabkan penurunan aktivitas enzim pencernaan (tripsin,
kimotripsin, lipase dan amilase), morfometri usus (lebar vili, tinggi vili dan luas
area penyerapan) dan performa pertumbuhan (LPS, RKP, REP dan RP).
Collections
- MF - Fisheries [3362]

