| dc.description.abstract | Perubahan fungsi lahan di wilayah perkotaan hampir selalu mengorbankan lahan pertanian. Hal ini berdampak pada berkurangnya luas lahan, perubahan ketersediaan modal nafkah dan strategi nafkah rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi nafkah yang diadopsi rumah tangga petani buah di Kelurahan Bedahan dan Pasir Putih, serta peran modal nafkah dalam membentuk strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif, melibatkan 30 rumah tangga petani buah sebagai responden yang dipilih melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Data diolah dengan analisis deskriptif dan tabulasi silang
menggunakan Microsoft Excel 365 dan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan rumah tangga petani memiliki keterbatasan pada hampir seluruh jenis modal nafkah. Diversifikasi nafkah menjadi strategi paling banyak diadopsi, diikuti intensifikasi/ekstensifikasi sementara migrasi paling jarang dipilih. Modal finansial berhubungan searah dengan intensifikasi/ekstensifikasi dan diversifikasi, sementara migrasi lebih dipengaruhi modal sosial dan manusia. Modal manusia menunjukkan hubungan berkebalikan antara intensifikasi/ekstensifikasi dengan diversifikasi dan migrasi.
Land conversion in urban areas almost always sacrifices agricultural land. This affects the reduction of land area and changes in the availability of livelihood capital and livelihood strategies of farmer households. This study aims to analyze the livelihood strategies adopted by fruit farmer households in Bedahan and Pasir Putih Sub-districts, and the role of livelihood capital in shaping those strategies. This study used a quantitative approach supported by qualitative data, involving 30 fruit farmer households as respondents selected through questionnaires and in-depth interviews. Data were processed using descriptive analysis and cross-tabulation with Microsoft Excel 365 and
IBM SPSS Statistics 25. The results show that farmer households face limitations in nearly all types of livelihood capital. Livelihood diversification was the most widely adopted strategy, followed by intensification/extensification, while migration was the least
adopted. Financial capital showed a positive relationship with intensification/extensification and diversification, while migration was more influenced by social and human capital. Human capital showed an inverse relationship between intensification/extensification and diversification/migration. | |