Persepsi Masyarakat terhadap Perubahan Iklim Pada Program Komunitas Untuk Iklim (Proklim) (Kasus: RT 005/RW 08 Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan)
Abstract
DZAKWAN SETIAWICAKSANA. Persepsi Masyarakat terhadap
Perubahan Iklim Pada Program Komunitas Untuk Iklim (Proklim) (Kasus: RT
005/RW 08 Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan).
Dibimbing oleh ALFIAN HELMI.
Perubahan iklim merupakan tantangan global yang dampaknya semakin
dirasakan di wilayah perkotaan padat, termasuk di Jakarta. Pemerintah mendorong
keterlibatan masyarakat melalui Program Komunitas untuk Iklim. Keberhasilan
program tersebut diduga sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap
perubahan iklim, dan diduga berhubungan dengan karakteristik individu seperti
usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan pelaksanaan ProKlim, karakteristik individu, dan persepsi
masyarakat terhadap perubahan iklim, serta menganalisis hubungan antara
karakteristik individu dengan persepsi masyarakat terhadap perubahan iklim.
Penelitian berlokasi di area binaan ProKlim RW 08 Kebagusan. Pendekatan yang
digunakan adalah kuantitatif yang dilengkapi data kualitatif deskriptif. Data
kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terstruktur kepada 43 responden yang
dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan data kualitatif diperoleh
melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan. Instrumen persepsi
diadaptasi dari Climate Change Perceptions Scale (CCPS) dan Pedoman
Penyelenggaraan ProKlim. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji korelasi
Rank Spearman, Chi-Square, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan
kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperkuat
interpretasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan persepsi Masyarakat
terhadap perubahan iklim tergolong positif. Penelitian menunjukan adanya
hubungan signifikan hanya pada tingkat pendidikan dengan persepsi realitas
perubahan iklim. Dzakwan Setiawicaksana. Community Perception of Climate Change within
the Community for Climate Program (Case: RT 005/RW 08, Kebagusan Urban
Village, Pasar Minggu Subdistrict, South Jakarta). Supervised by ALFIAN HELMI
Climate change is a global challenge whose impacts are increasingly felt in
densely populated urban areas, including Jakarta. The government has promoted
community engagement through the Climate Community Program. The success of
this program largely depends on community perceptions of climate change, which
are presumed to be associated with individual characteristics such as age, gender,
education, and occupation. This study aims to describe the implementation of
ProKlim, the characteristics of individuals, and community perceptions of climate
change, as well as to analyze the correlation between individual characteristics and
community perceptions of climate change. The research was conducted at the area
served by ProKlim RW 08 Kebagusan. A quantitative approach supplemented by
descriptive qualitative data was employed. Quantitative data were collected through
a structured questionnaire administered to 43 respondents selected by purposive
sampling, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and
non-participant observation. The perception instrument was adapted from the
Climate Change Perceptions Scale (CCPS) and the Guidelines for the
Implementation of ProKlim. Quantitative data were analyzed using Spearman’s
rank correlation, Chi-Square, while qualitative data were analyzed through data
condensation, data display, and conclusion drawing to strengthen the interpretation
of the research findings. Research findings indicate that public perception regarding
climate change is positive. The study reveals a significant correlation only between
education level and the perception of the reality of climate change.

