Estimasi Stok Karbon pada Sedimen Ekosistem Lamun di Kawasan Konservasi Liukang Tangaya, Sulawesi Selatan
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
FAISAL, AHMAD
Srimariana, Endang Sunarwati
Lestari, Dea Fauzia
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem lamun merupakan penyerap karbon biru yang krusial dalam
mitigasi perubahan iklim global karena kapasitas penyimpanannya yang tinggi pada
sedimen. Penelitian ini bertujuan mengestimasi stok karbon sedimen lamun dan
menganalisis perbedaannya berdasarkan zonasi pengelolaan (Zona Inti,
Pemanfaatan, dan Rehabilitasi) di Kawasan Konservasi Liukang Tangaya. Metode
yang digunakan meliputi pengambilan sampel melalui sediment coring hingga
kedalaman 30 cm pada sembilan pulau, analisis menggunakan Loss on Ignition
(LOI), serta pengujian data dengan Two-Way ANOVA. Hasil menunjukkan
estimasi rata-rata stok karbon sedimen sebesar 23,48 Mg C/ha, di mana zonasi
pengelolaan berpengaruh sangat nyata (p < 0,01). Zona Inti mencatat simpanan
tertinggi dengan distribusi vertikal karbon yang homogen. Perbedaan stok karbon
antarzonasi diduga disebabkan oleh variasi intensitas aktivitas antropogenik yang
mengganggu sedimen, sementara distribusi karbon yang homogen
mengindikasikan laju deposisi yang stabil serta aktivitas bioturbasi yang intensif. Seagrass ecosystems are crucial blue carbon sinks in global climate change
mitigation due to their high carbon storage capacity in sediments. This study aims
to estimate seagrass sediment carbon stocks and analyze their differences based on
management zoning (Core, Utilization, and Rehabilitation Zones) in the Liukang
Tangaya Conservation Area. Methods included sediment coring sampling up to 30
cm depth across nine islands, analysis using the Loss on Ignition (LOI) method, and
data testing using Two-Way ANOVA. Results showed an average estimated
sediment carbon stock of 23,48 Mg C/ha, where management zoning had a highly
significant effect (p < 0,01). The Core Zone recorded the highest storage with a
homogeneous vertical carbon distribution. The differences in carbon stocks
between zones are suspected to be caused by variations in the intensity of
anthropogenic activities that disturb the sediment, while the homogeneous carbon
distribution indicates a stable deposition rate and intensive bioturbation.

