| dc.description.abstract | Gamal dan kaliandra merupakan komoditas Hutan Tanaman Energi (HTE) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku Energi Baru Terbarukan (EBT), sedangkan limbah serbuk kayu jati dapat digunakan sebagai bahan campuran pelet biomassa. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi pelet biomassa terbaik berdasarkan karakteristiknya. Formulasi yang diuji meliputi A, yaitu gamal 70% dan jati 30%; B, yaitu kaliandra 70% dan jati 30%; C, yaitu gamal 100%; dan D, yaitu kaliandra 100%. Pengujian dilakukan terhadap kerapatan, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, nilai kalor, kadar sulfur, dan kadar klorin. Formulasi terbaik ditentukan menggunakan metode pembobotan berdasarkan tingkat prioritas setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi A memperoleh skor tertinggi, yaitu 3,58 poin, dengan kerapatan 1,02 g/cm³, kadar air 3,70%, kadar abu 1,03%, kadar zat terbang 78,76%, kadar karbon terikat 16,51%, nilai kalor 4.496 kkal/kg, dan kadar klorin 0,05%. Formulasi A merupakan pelet biomassa terbaik, tetapi belum memenuhi seluruh persyaratan mutu premium SNI 8951:2020 pada parameter kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan kadar klorin. Penambahan limbah serbuk kayu jati meningkatkan kerapatan dan nilai kalor serta menurunkan kadar abu, sedangkan rendemen tertinggi diperoleh pada formulasi B sebesar 2 kg. | |