Show simple item record

dc.contributor.advisorHasanah, Heni
dc.contributor.authorSINURAT, BERNARDA THERESIA TRI PUTRI
dc.date.accessioned2026-08-14T04:53:07Z
dc.date.available2026-08-14T04:53:07Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178670
dc.description.abstractKerawanan pangan di Indonesia menjadi tantangan di tengah fluktuasi harga pangan dan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini menganalisis pengaruh inflasi pangan dan faktor lainnya terhadap kerawanan pangan yang diukur melalui ketidakcukupan konsumsi energi dan keterbatasan akses pangan di 34 provinsi Indonesia periode 2020-2024 dengan menggunakan regresi data panel. Hasil menunjukkan inflasi pangan memperburuk kedua dimensi kerawanan pangan. Pangsa pengeluaran pangan meningkatkan ketidakcukupan konsumsi energi sejalan dengan Hukum Engel, namun menunjukkan hubungan berlawanan pada dimensi akses pangan. Pengangguran meningkatkan pengalaman kerawanan pangan, sedangkan kemiskinan meningkatkan ketidakcukupan konsumsi energi. Indeks Ketersediaan Pangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kedua dimensi, sementara PDRB per kapita berkaitan dengan penurunan kedua dimensi kerawanan pangan. Temuan ini mendorong kebijakan yang tidak hanya menyasar produksi, tetapi daya beli masyarakat dan perlindungan sosial yang terarah pada daerah berpendapatan rendah.
dc.description.abstractFood insecurity in Indonesia remains a challenge amid food price fluctuations and income inequality. This study analyzes the effects of food inflation and other factors on food insecurity, measured by insufficient energy consumption and limited access to food, across 34 provinces in Indonesia during 2020-2024 using panel data regression. The results show that food inflation worsens both dimensions of food insecurity. Food expenditure share increases insufficient energy consumption in line with Engel’s Law, but exhibits an opposite relationship with the access to food dimension. Unemployment increases the experience of food insecurity, while poverty increases insufficient energy consumption. The Food Availability Index has no significant effect on either dimension, while higher PDRB per capita is associated with lower levels of both dimensions of food insecurity. These findings call for policies that address not only food production but also household purchasing power and targeted social protection in lower income regions.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePENGARUH INFLASI PANGAN TERHADAP KERAWANAN PANGAN DI INDONESIAid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordDaya beliid
dc.subject.keywordInflasi Panganid
dc.subject.keywordFood Insecurity Experience Scale (FIES)id
dc.subject.keywordPrevalence of Undernourishment (PoU)id
dc.subject.keywordRegresi Data Panelid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record