Optimasi Tekno-Ekonomi Sistem Hibrida PV-Baterai-Diesel-PLN untuk Fasilitas Penggilingan Padi di Pedesaan
Abstract
Pemanfaatan sistem fotovoltaik berpotensi besar menekan biaya operasional
industri penggilingan padi, namun intermitensi radiasi matahari harian tinggi di
Bogor menuntut sistem terbarukan yang andal. Penelitian berbasis simulasi ini
bertujuan merancang konfigurasi hibrida berbasis fotovoltaik, baterai, generator
diesel, dan jaringan listrik PLN yang paling ekonomis serta andal. Pemodelan
dilakukan menggunakan HOMER Pro dan memanfaatkan data sekunder literatur
untuk mengevaluasi karakteristik beban penggilingan padi berkapasitas 5 ton
beras/hari (228 kWh/hari, 289 hari/tahun), mengoptimalkan sudut kemiringan dan
orientasi panel surya, serta menganalisis keandalan sistem energi hibrida. Hasil
penelitian menunjukkan panel surya dengan sudut kemiringan 25° dan orientasi
ganda Timur–Barat menghasilkan produksi energi tahunan yang lebih andal. Dari
20 skenario simulasi, skenario hibrida interkoneksi jaringan listrik PLN dengan
kapasitas fotovoltaik 71,02 kWp dan baterai 25 kWh menjadi konfigurasi paling
optimum. Temuan baru penelitian ini membuktikan bahwa konfigurasi tersebut
menghasilkan biaya energi produksi sangat ekonomis sebesar Rp41/kg beras.
Seluruh skenario terbukti menjaga kontinuitas suplai daya di berbagai kondisi cuaca.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi fotovoltaik dengan baterai
dan jaringan listrik PLN dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional
penggilingan padi pada wilayah dengan variabilitas cuaca tinggi. The application of photovoltaic systems offered significant potential to
reduce operational costs in the rice milling industry; however, high daily solar
radiation intermittency in Bogor demanded a reliable system. This simulation-based
study aimed to design an economical and reliable hybrid configuration
incorporating photovoltaics, batteries, a diesel generator, and the PLN grid.
Modeling via HOMER Pro utilized secondary literature data to evaluate a 5-ton/day
rice mill load (228 kWh/day, 289 days/year), optimize panel orientation, and
evaluate the reliability of hybrid energy systems. Results indicated that a 25° tilt
angle with dual East–West orientation yielded the most reliable annual energy
output. Among 20 simulated scenarios, a grid-connected hybrid system with a 71.02
kWp photovoltaic capacity and a 25 kWh battery proved optimal. A key finding
revealed that the configuration achieved an economical production energy cost of
IDR 41/kg of processed rice. All scenarios ensured continuous power supply across
varied weather conditions. The findings of this study suggested that integrating
photovoltaic systems with batteries and the PLN grid could improve the operational
cost efficiency of rice mills in regions with high weather variability.

